Timur Tengah Memanas, AS Unjuk Kekuatan dengan 12 Pesawat Pengebom Siluman Nuklir

Minggu, 21 April 2024 - 08:14 WIB
loading...
Timur Tengah Memanas,...
Konflik Timur Tengah memanas, AS unjuk kekuatan dengan 12 pesawat pengebom siluman nuklir. Foto/SWNS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah unjuk kekuatan dengan 12 pesawat pengebom siluman nuklir B-2 Spirit ketika Timur Tengah berada di ambang perang besar-besaran karena perseteruan Iran dan Israel.

Menurut Angkatan Udara Amerika, B-2 Spirit—yang disimpan hanya untuk misi paling penting—siap melakukan serangan global kapan saja dan di mana saja.

Dalam pertunjukan spektakuler kekuatan udara Amerika, hampir seluruh armada B-2 Spirit diperlihatkan di Pangkalan Angkatan Udara Whiteman, Missouri, pada pekan lalu.

B-2 Spirit adalah pesawat pengebom berat multi-peran yang mampu mengirimkan hulu ledak konvensional dan nuklir.

Baca Juga: AS Diam-diam Kerahkan Rudal Microwave yang Mampu Lumpuhkan Fasilitas Nuklir Iran

Pesawat dengan kecepatan 1.000 kilometer per jam ini dirancang agar tidak terlihat oleh radar dan merupakan pesawat termahal di dunia, diperkirakan menelan biaya £1,6 miliar (lebih dari Rp32 triliun) per unit.

Pesawat dengan dua pilot ini memiliki jangkauan tanpa bahan bakar sejauh 6.000 mil dan secara khusus dibuat untuk misi antarbenua.

Ketika ketegangan meningkat awal pekan ini saat Israel berjanji akan melakukan “respon signifikan” terhadap serangan udara Iran pada 14 April, AS sedang menguji pesawat-pesawat pengebom siluman tersebut.

Dua belas dari seluruh armada 20 unit B-2 Spirit melakukan apa yang disebut "elephant walk" dan rutinitas penerbangan yang menakutkan.

Pesawat yang jarang terlihat itu dikumpulkan sebagai bagian dari latihan "Spirit Vigilance" yang berfokus pada peningkatan kesiapan penerbang untuk menjalankan misi pengebom siluman.

Tantangan aeronautika yang mengesankan melibatkan jet-jet—yang ditugaskan ke Sayap Bom ke-509—yang meluncur bersama dalam formasi berdekatan dan interval lepas landas yang minimal.

“Pelatihan rutin memastikan bahwa penerbang selalu siap untuk melaksanakan operasi serangan global kapan saja, di mana saja,” kata Angkatan Udara AS dalam sebuah pernyataan, yang dilansir The US Sun, Sabtu (20/4/2024).

Berbicara tentang " Spirit Vigilance", Kolonel Geoffrey Steeves, komandan Kelompok Operasi ke-509, mengatakan: "Ini adalah pengingat bahwa pengebom B-2 Spirit adalah bagian nyata dari triad nuklir.”

“Sederhananya, B-2 adalah pesawat paling strategis di dunia,” katanya.

“Ini adalah satu-satunya pesawat di planet ini yang menggabungkan kemampuan siluman, muatan, dan serangan jarak jauh,” lanjut dia. “Kami ditugaskan untuk mengirimkan senjata paling ampuh bagi negara ini untuk misi terpenting kami.”

Pertunjukan spektakuler kekuatan udara Amerika ini terjadi ketika Israel melancarkan serangan balasan terhadap Iran setelah berulang kali seruan dari Amerika untuk menahan diri.

Serangan presisi tersebut dilaporkan menghantam pangkalan angkatan udara utama Iran di sebelah salah satu lokasi nuklirnya yang berharga di dekat kota Isfahan—hanya beberapa hari setelah Teheran melancarkan serangan rudal dan drone yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel.

Televisi pemerintah Iran melaporkan tiga drone musuh dihancurkan oleh baterai pertahanan udaranya dan tidak ada kerusakan di darat yang terjadi.

Namun, aksi saling serang ini semakin mendorong kedua negara ke ambang perang besar-besaran di Timur Tengah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Brasil Lolos ke 16 Besar...
Brasil Lolos ke 16 Besar usai Comeback Dramatis Singkirkan Jepang
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved