Industri Penerbangan AS Minta Biden Larang Penerbangan Tambahan ke China

Jum'at, 19 April 2024 - 09:25 WIB
loading...
A A A

Perlindungan Pekerja Penerbangan


"Hal ini memungkinkan maskapai penerbangan China untuk beroperasi terlepas dari kondisi pasar standar. Sama seperti pemerintahan saat ini dan sebelumnya yang telah mengatasi praktik anti-persaingan dan kelebihan kapasitas dengan China, kami yakin kekhawatiran maskapai penerbangan AS saat ini juga sama,” sambung surat mereka.

Surat bersama yang ditandatangani kelompok lobi industri Airlines for America—yang anggotanya termasuk American Airlines, Delta dan United—dan serikat pekerja lain yang mewakili pekerja penerbangan, termasuk Air Line Pilots Association, mendesak pemerintah AS untuk menghentikan sementara penerbangan penumpang tambahan antara AS dan China hingga pekerja AS mendapat jaminan kesetaraan akses di pasar, dan bebas dari kebijakan anti-persaingan Beijing yang merugikan.

"Kami sangat mendesak pemerintah AS untuk menghentikan sementara penerbangan tambahan sampai para pekerja dan dunia usaha AS dijamin mendapatkan kesetaraan akses di pasar tanpa adanya kebijakan anti-persaingan yang merugikan di China," seru gabungan industri tersebut.

"Kami meminta pemerintah untuk mengkaji lagi secara seksama demi mengatasi masalah persaingan signifikan ini, dan demi melindungi pekerja penerbangan, pelancong, serta maskapai penerbangan AS," tutupnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Berita Terkini
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved