Iran Serang Israel Hanya dengan Rudal-rudal Kedaluwarsa

Kamis, 18 April 2024 - 21:21 WIB
loading...
Iran Serang Israel Hanya...
Iran memamerkan sistem rudal di pangkalan angkatan laut dekat Samudera Hindia di tenggara Teheran, Iran. Foto/AP
A A A
TEHERAN - Dalam serangan balasan terhadap Israel, Iran hanya menggunakan senjata rudal yang sudah ketinggalan zaman.

Meski demikian, serangan Iran itu memaksa Israel dan sekutu Baratnya mengeluarkan sumber daya maksimum berbiaya tinggi hingga Rp22 triliun menurut sejumlah pakar.

Komandan Pasukan Dirgantara Korps Garga Revolusi Islam (IRGC) Amir-Ali Hajizadeh menegaskan, serangan ke Israel hanya menggunakan upaya minimal dari pihak Teheran.

“Kami menyerang Israel dengan menggunakan senjata yang ketinggalan jaman dan sarana yang minim. Kami tidak mengerahkan rudal seperti Khorramshahr, Sejil, Shahid Haj Qasem, Kheibar Shekan atau Fattah-2.
Kami memaksa Israel dan kubu Barat menggunakan persenjataan maksimum dengan hanya sedikit upaya pada pasukan kami," ungkap Hadjizade, seperti dikutip Kantor Berita Tasnim.

Menanggapi penghancuran kompleks kedutaan besar Iran di Damaskus, Suriah, oleh serangan udara Israel awal bulan ini, Pasukan Dirgantara IRGC elit Iran menyerang wilayah Israel pada malam tanggal 14 April.

Laporan menunjukkan keterlibatan beberapa ratus rudal dan kendaraan udara tak berawak, termasuk drone kamikaze Shahed, rudal hipersonik Fattah dan Fattah-2.

Press TV milik pemerintah Iran melaporkan keberhasilan serangan semua rudal hipersonik.

Baca juga: Mengapa Sanksi Baru AS terhadap Iran Tak Akan Bermanfaat?

Menurut militer Israel, Iran meluncurkan lebih dari 300 proyektil dan UAV, termasuk sekitar 170 drone, lebih dari 30 rudal jelajah, dan lebih dari 120 rudal balistik.

Israel mengklaim hanya “sedikit rudal” yang mencapai wilayahnya, sehingga menyebabkan “kerusakan kecil.”

Kepala staf Iran, Mohammad Bagheri, menyatakan Operasi Janji Setia telah berakhir, namun mengisyaratkan kesiapan untuk operasi yang lebih besar jika Israel mengambil tindakan lebih lanjut.

Menteri Israel Benny Gantz menyatakan Israel bermaksud membentuk koalisi regional melawan ancaman Iran dan menanggapi serangan tersebut pada waktu dan cara yang tepat. Pemerintah Israel diperkirakan akan segera memutuskan tindakan lebih lanjut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
AS-Iran Saling Serang,...
AS-Iran Saling Serang, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Berita Terkini
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved