Seorang Pendeta dan Beberapa Jemaat Ditikam saat Misa di Sydney

Senin, 15 April 2024 - 19:37 WIB
loading...
Seorang Pendeta dan...
Seorang pendeta dan beberapa jemaat ditikam saat misa di Sydney. Foto/BBC
A A A
SYDNEY - Seorang pendeta dan beberapa orang lainnya telah ditikam saat khotbah di Sydney yang disiarkan secara online. Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Senin malam (15/4/2024) di pinggiran Wakeley, Sydney, Australia .

Polisi menanggapi laporan bahwa sejumlah orang telah ditikam tetapi mengatakan tidak ada luka yang mengancam jiwa. Mereka menambahkan bahwa seorang pria telah ditangkap dan membantu penyelidikan mereka. Motif serangan tersebut belum diketahui.

Juga belum jelas senjata apa yang digunakan dalam serangan tersebut, yang dilaporkan terjadi di Gereja Christ The Good Shepherd.

Uskup tersebut disebut oleh media lokal sebagai Mar Mari Emmanuel.

Dalam video khotbah yang disiarkan langsung, seorang pria berpakaian gelap terlihat mendekati pendeta sebelum tampak menyerangnya.

Baca Juga: PM Lee Hsien Loong Segera Serahkan Kekuasaan, Akankan Ada Gejolak di Singapura?

Beberapa orang lainnya kemudian mencoba untuk campur tangan dan jeritan kengerian terdengar.

“Orang-orang yang terluka menderita luka yang tidak mengancam jiwa dan sedang dirawat oleh paramedis Ambulans NSW,” kata polisi dalam sebuah pernyataan, dilansir BBC. Layanan ambulans New South Wales mengatakan setidaknya empat orang terluka termasuk seorang pria berusia 50-an yang dibawa ke rumah sakit dalam kondisi serius. Ada 11 ambulans di lokasi kejadian.

Mereka yang terluka diperkirakan adalah pria berusia antara 20 dan 70 tahun. Masyarakat Sydney diminta menghindari kawasan tersebut.

Insiden penikaman itu terjadi beberapa hari setelah enam orang tewas di sebuah pusat perbelanjaan di kota yang sama. Penyerang kemudian ditembak mati oleh seorang petugas polisi.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved