Strategi Rusia Ini Diprediksi Akan Membuat Ukraina Bertekuk Lutut

Jum'at, 12 April 2024 - 10:50 WIB
loading...
A A A
Perusahaan listrik swasta terbesar di Ukraina, DTEK, yang kehilangan 80% kapasitas pembangkitnya akibat serangan pada 22 Maret dan 29 Maret, mengatakan serangan Rusia menghantam dua pembangkit listriknya.

Pada Kamis sore, pasukan Rusia menyerang pembangkit listrik tenaga panas di wilayah Sumy di Ukraina utara dengan bom berpemandu. Skala kerusakan belum diketahui secara pasti.

Serangan itu juga menyerang dua fasilitas penyimpanan bawah tanah tempat Ukraina menyimpan gas alam, termasuk beberapa milik perusahaan asing, kata perusahaan energi Naftogaz. Fasilitas tersebut terus beroperasi.

“Situasi di Ukraina sangat buruk; kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu,” kata Duta Besar AS Bridget Brink, seraya menambahkan bahwa 10 rudal menghantam infrastruktur di wilayah Kharkiv saja.

Operator jaringan listrik mengeluarkan pernyataan yang mendesak warga Ukraina untuk meminimalkan penggunaan listrik pada jam-jam sibuk malam hari.

Wilayah Kharkiv, yang berbatasan dengan Rusia dan sudah lama mengalami pemadaman bergilir, terpaksa memutus aliran listrik untuk 200.000 orang, kata asisten presiden Oleksiy Kuleba.

Ukraina telah memperingatkan bahwa mereka bisa kehabisan amunisi pertahanan udara jika Rusia terus meningkatkan intensitas serangannya dan bahwa Ukraina sudah harus membuat keputusan sulit mengenai apa yang harus dipertahankan.

Terjadi perlambatan dalam bantuan Barat dan paket bantuan besar AS telah diblokir oleh Partai Republik di Kongres.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Sah! AS dan Arab Saudi...
Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil
Rekomendasi
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved