Timur Tengah Membara, Warga Rusia Diminta Tak ke Sana
Kamis, 11 April 2024 - 19:18 WIB
loading...
Warga berjalan melintasi puing gedung di Khan Younis, Jalur Gaza, 8 April 2024. Foto/AP
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia sangat menyarankan agar warga negara Rusia menahan diri untuk tidak bepergian ke kawasan Timur Tengah, khususnya Israel, Lebanon, dan wilayah Palestina, kecuali dalam keadaan yang sangat mendesak.
Seruan itu diungkap juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova kepada Sputnik.
“Situasi tegang di kawasan Timur Tengah masih terus berlanjut. Situasi di zona konflik Palestina-Israel, serta di kawasan Garis Biru antara Lebanon dan Israel masih belum stabil. Kami sangat menyarankan agar warga Rusia menahan diri untuk tidak bepergian ke wilayah tersebut, terutama ke Israel, Lebanon, dan wilayah Palestina, kecuali dalam keadaan yang sangat mendesak,” papar Zakharova.
Dia mengatakan situasi keamanan di Yordania stabil. “Transfer permusuhan dari Jalur Gaza ke wilayah kerajaan tampaknya tidak mungkin terjadi saat ini,” ujar Zakharova.
Pada tanggal 1 April, Israel melancarkan serangan udara terhadap gedung konsuler Kedutaan Besar Iran di Damaskus, meratakan gedung dan menewaskan dua pejabat Garda Revolusi Islam dan lima petugas, serta personel diplomatik serta warga Suriah.
Seruan itu diungkap juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova kepada Sputnik.
“Situasi tegang di kawasan Timur Tengah masih terus berlanjut. Situasi di zona konflik Palestina-Israel, serta di kawasan Garis Biru antara Lebanon dan Israel masih belum stabil. Kami sangat menyarankan agar warga Rusia menahan diri untuk tidak bepergian ke wilayah tersebut, terutama ke Israel, Lebanon, dan wilayah Palestina, kecuali dalam keadaan yang sangat mendesak,” papar Zakharova.
Dia mengatakan situasi keamanan di Yordania stabil. “Transfer permusuhan dari Jalur Gaza ke wilayah kerajaan tampaknya tidak mungkin terjadi saat ini,” ujar Zakharova.
Pada tanggal 1 April, Israel melancarkan serangan udara terhadap gedung konsuler Kedutaan Besar Iran di Damaskus, meratakan gedung dan menewaskan dua pejabat Garda Revolusi Islam dan lima petugas, serta personel diplomatik serta warga Suriah.
Lihat Juga :