Waspadai Ancaman Serangan dari Musuh Bebuyutan, Korea Selatan Luncurkan Satelit Mata-mata Kedua
Senin, 08 April 2024 - 16:29 WIB
loading...
Korea Selatan meluncurkan satelit mata-mata untuk mengantisipasi perang nuklir. Foto/AP
A
A
A
SEOUL - Korea Selatan telah berhasil meluncurkan satelit mata-mata militer keduanya ke orbit, beberapa hari setelah Korea Utara menegaskan kembali rencananya untuk meluncurkan beberapa satelit pengintaian tahun ini.
Kedua Korea masing-masing meluncurkan satelit mata-mata pertama mereka tahun lalu – Korea Utara pada bulan November dan Korea Selatan pada bulan Desember – di tengah meningkatnya permusuhan. Mereka mengatakan satelit mereka akan meningkatkan kemampuan mereka untuk memantau satu sama lain dan meningkatkan kemampuan serangan rudal mereka sendiri.
Satelit mata-mata kedua Korea Selatan diluncurkan dari Kennedy Space Center di Florida pada Minggu malam waktu setempat, yaitu Senin pagi di Seoul.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan pihaknya mengonfirmasi bahwa satelit tersebut memasuki orbit dan berkomunikasi dengan stasiun bumi di luar negeri setelah terpisah dari roket.
“Dengan keberhasilan peluncuran satelit mata-mata militer kedua, militer kami telah memperoleh kemampuan pengawasan independen tambahan dan semakin memperkuat kemampuan ‘rantai pembunuh’ kami,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Jeon Ha Gyu kepada wartawan, mengacu pada kemampuan serangan rudal pencegahan militer.
Kedua Korea masing-masing meluncurkan satelit mata-mata pertama mereka tahun lalu – Korea Utara pada bulan November dan Korea Selatan pada bulan Desember – di tengah meningkatnya permusuhan. Mereka mengatakan satelit mereka akan meningkatkan kemampuan mereka untuk memantau satu sama lain dan meningkatkan kemampuan serangan rudal mereka sendiri.
Satelit mata-mata kedua Korea Selatan diluncurkan dari Kennedy Space Center di Florida pada Minggu malam waktu setempat, yaitu Senin pagi di Seoul.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan pihaknya mengonfirmasi bahwa satelit tersebut memasuki orbit dan berkomunikasi dengan stasiun bumi di luar negeri setelah terpisah dari roket.
“Dengan keberhasilan peluncuran satelit mata-mata militer kedua, militer kami telah memperoleh kemampuan pengawasan independen tambahan dan semakin memperkuat kemampuan ‘rantai pembunuh’ kami,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Jeon Ha Gyu kepada wartawan, mengacu pada kemampuan serangan rudal pencegahan militer.
Lihat Juga :