alexametrics

AS Tolak Resolusi Kecam Pendudukan di Golan, Israel Semringah

loading...
AS Tolak Resolusi Kecam Pendudukan di Golan, Israel Semringah
Netanyahu mengaku senang dengan keputusan AS untuk memberikan suara menentang resolusi PBB yang mengutuk Israel karena menduduki Dataran Tinggi Golan. Foto/Reuters
A+ A-
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengaku senang dengan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk memberikan suara menentang resolusi PBB yang mengutuk Israel karena menduduki Dataran Tinggi Golan yang terletak di perbatasan Israel-Suriah.

"Pada hari Kamis, Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman memberi tahu saya tentang keputusan AS untuk memilih menentang resolusi reguler yang menghantam kita untuk kehadiran kita di Dataran Tinggi Golan dan ini benar-benar terjadi," ucap Netanyahu, seperti dilansir Sputnik pada Senin (19/11).

"Saya ingin berterima kasih kepada Presiden AS, Donald Trump dan Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley atas keputusan yang penting dan adil ini yang sepenuhnya sesuai dengan kebijakan saya. Israel akan selamanya berada di Dataran Tinggi Golan. Dataran Tinggi Golan akan selamanya berada di tangan kita," sambungnya.

Seperti diketahui, kemarin AS memilih untuk pertama kalinya menentang resolusi tahunan PBB, yang berisi kecaman terhadap pendudukan Israel atas Dataran Tinggi.

Hal ini mendobrak kebiasaan sebelumnya, dimana AS selalu mengambil suara abstain. Kali ini AS bergabung dengan Israel untuk menjadi dua negara di Majelis Umum yang beranggotakan 193 orang untuk memberikan suara menentang resolusi yang tidak mengikat itu.

Secara keseluruhan, 150 negara memberikan suara mendukung resolusi, yang mengatakan pendudukan Israel atas Dataran Tinggi Golan melanggar hukum internasional dan tanpa legitimasi.

Australia, Kamerun, Kanada, Guatemala, Honduras, Pantai Gading, Kepulauan Marshall, Meksiko, Mikronesia, Palau, Panama, Papua New Guinea, Rwanda dan Togo termasuk di antara 14 negara yang abstain
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak