alexametrics

Uni Eropa Kurang Puas dengan Penjelasan Saudi Soal Khashoggi

loading...
Uni Eropa Kurang Puas dengan Penjelasan Saudi Soal Khashoggi
Uni Eropa menuntut penjelasan sepenuhnya tentang pembunuhan kolumnis Washington Post asal Saudi Jamal Khashoggi. Foto/Istimewa
A+ A-
BRUSSELS - Perwakilan Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri, Federica Mogherini, meminta Arab Saudi untuk menjelaskan sepenuhnya tentang pembunuhan kolumnis Washington Post asal Saudi Jamal Khashoggi.

“Uni Eropa mencatat pengumuman oleh pihak berwenang Saudi pada 15 November tentang perkembangan terbaru dalam penyelidikan mereka, namun kebutuhan tetap untuk menjelaskan tentang keadaan seputar kejahatan yang menghebohkan ini serta untuk memastikan akuntabilitas bagi semua yang bertanggung jawab untuk itu," kata Mogherini atas nama Uni Eropa dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (18/11/2018).

Pernyataan Mogherini, yang didukung oleh 28 menteri luar negeri Uni Eropa, juga menentang hukuman mati untuk lima tersangka dalam kasus ini.

"Ini adalah posisi lama Uni Eropa untuk menentang hukuman mati dalam semua kasus dan dalam semua keadaan," katanya, menambahkan bahwa itu penting untuk memastikan proses hukum peradilan sehingga sesuatu seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi.

Pernyataan itu muncul di tengah laporan oleh The Washington Post yang menyatakan badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, yang menuding Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman sebagai orang yang telah memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Riyadh secara konsisten membantah keterlibatan keluarga kerajaan dalam kasus ini, dengan juru bicara Kedutaan Saudi di Washington, DC, mengecam laporan surat kabar itu.

"Kami telah dan terus mendengar berbagai teori tanpa melihat dasar utama untuk spekulasi ini," kata juru bicara Fatimah Beshen.

Baca: Washington Post: CIA Yakin MBS Perintahkan Pembunuhan Khashoggi
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak