alexametrics

Lieberman, Eks Menhan Israel yang Serukan Gaza Dibom Nuklir

loading...
Lieberman, Eks Menhan Israel yang Serukan Gaza Dibom Nuklir
Avigdor Lieberman telah mengundurkan diri sebagai Menteri Pertahanan Israel hari Rabu (14/11/2018) sebagai protes gencatan senjata di Gaza antara pemerintah Israel dan Hamas. Foto/REUTERS/Amir Cohen
A+ A-
TEL AVIV - Avigdor Lieberman telah mengundurkan diri sebagai Menteri Pertahanan (menhan) Israel. Namun, dia meninggalkan jejak retorika mengerikan yang menguatkan citranya sebagai politisi sayap kanan Israel.

Berbagai retorika yang pernah dia lontarkan antara lain menyerukan untuk membom Mesir, memenggal orang-orang Arab di Israel yang tak setia, hingga membom nuklir kelompok Hamas di Jalur Gaza, Palestina agar jera seperti nasib Jepang yang dibom atom Amerika Serikat (AS) saat Perang Dunia II.

Lieberman, pendiri partai sayap kanan Israel, Yisrael Beiteinu, mengundurkan diri sebagai menteri pertahanan pada hari Rabu sebagai sikapnya yang menolak gencatan senjata antara pemerintah dengan kelompok Hamas di Gaza. Baginya, Hamas adalah "kapitulasi teror".

Lantaran ucapan-ucapannya yang mengerikan, Lieberman pernah disindir di kalangan politisi Arab-Israel sebagai sosok "ISIS Yahudi".

Berikut sejumlah ucapan-ucapan Lieberman yang terkesan mengumbar fasisme, sebagaimana dikutip Russia Today, Kamis (15/11/2018).

Penggal Orang Arab yang Tak Setia

Lieberman dianggap sebagai satu-satunya menteri Israel yang pernah menyerukan pemenggalan warga Arab di negara mayoritas Yahudi tersebut. Berbicara pada rapat umum pemilu Maret 2015, Lieberman yang saat itu menjabat sebagai menteri luar negeri Israel mengatakan bahwa minoritas Arab Israel, yang merupakan 20 persen dari populasi negara itu, harus menunjukkan kesetiaan kepada negara atau menghadapi konsekuensi.

"Mereka yang melawan kita, tidak ada yang harus dilakukan, kita perlu mengambil kapak dan memotong kepalanya. Kalau tidak, kita tidak akan bertahan di sini," katanya.

Pernyataan provokatif itu tidak diterima dengan baik. Kalangan legislator Arab-Israel yang menuntut penyelidikan atas komentar-komentar tersebut. Lieberman pun dijuluki sebagai sosok "ISIS Yahudi".

Baru-baru ini, Lieberman mengatakan bahwa orang-orang Arab Israel yang memprotes keputusan Washington untuk merelokasi kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem bukan warga Israel."Dan bertindak untuk menyakiti kita dan menghancurkan kita dari dalam," katanya, yang menyerukan boikot ekonomi terhadap Wadi Ara, sebuah kota Israel yang dihuni kalangan warga Arab.

Tenggelamkan Tahanan Palestina di Laut Mati

Sikap Lieberman terhadap orang-orang Arab telah menjadi kebijakan politik yang paling konsisten. Pada bulan Juli 2003, dia menyerukan agar para tahanan Palestina ditenggelamkan ke Laut Mati.

Usulnya membuat marah anggota-anggota Parlemen atau Knesset dari kalangan Arab. Gagasan itu dianggap sebagai ide fasisme.

Isyaratkan Membom Nuklir Gaza

Penolakan Lieberman terhadap gencatan senjata antara Israel dan Hamas tidak mengejutkan. Di masa lalu, dia menunjukkan kebenciannya pada faksi Palestina yang berkuasa di Jalur Gaza tersebut.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak