alexametrics

Mesin Jet Tempur Siluman J-20 Gagal Tes, Militer China Bingung

loading...
Mesin Jet Tempur Siluman J-20 Gagal Tes, Militer China Bingung
Pesawat jet tempur siluman generasi kelima China, Chengdu J-20. Foto/REUTERS
A+ A-
BEIJING - Mesin yang dibangun khusus untuk pesawat jet tempur siluman generasi baru China, J-20, batal dipamerkan seperti yang direncanakan di Zhuhai Air Show setelah gagal tes keandalan. Para insinyur militer bingung karena gagal menemukan alasan utama untuk masalah mesin tersebut.

Mesin Emei WS-15 selama ini diandalkan Beijing untuk pesawat jet tempur J-20, yang dikenal sebagai Powerful Dragon. Mesin itu sedianya akan dipamerkan enam hari di Zhuhai Air Show di Provinsi Guangdong selatan. Namun, sejak acara dibuka hari Selasa mesin jet tempur itu tidak terlihat.

"Kinerja mesin masih sangat tidak stabil, dan insinyur telah gagal menemukan alasan utama untuk masalah, meskipun kekuatan vektornya cukup baik sekarang," kata orang dalam militer China, seperti dikutip South China Morning Post, Kamis (8/11/2018).



Orang dalam tersebut mengatakan mesin WS-15, yang telah dikembangkan selama beberapa tahun, gagal memenuhi target keandalan secara keseluruhan dalam uji coba jangka panjang selama ratusan jam.

South China Morning Post melaporkan pada bulan September bahwa WS-15, yang memiliki pisau turbin kristal tunggal, diharapkan siap untuk produksi massal pada akhir tahun menjelang pembukaan lini produksi keempat untuk Chengdu Aerospace Corporation, pembuat jet tempur J-20.

Tiga unit J-20 yang muncul untuk pertunjukan enam menit pada pembukaan air show masih dilengkapi dengan mesin Saturn AL-31 Rusia.

Seorang sumber militer yang bermarkas di Beijing mengatakan,"Ini mengindikasikan rencana produksi massal yang dijadwalkan kemungkinan akan terpengaruh, meskipun ini adalah masalah mendesak bagi Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat untuk memiliki sebanyak mungkin J-20".

Zhuhai Air Show adalah platform kunci bagi militer China untuk memamerkan senjata paling canggihnya. Pertunjukan itu sebagai peristiwa yang dilihat sebagai cara untuk meningkatkan moral PLA dan mempromosikan patriotisme di China.

"Sekarang ini sangat memalukan karena China sekarang mungkin perlu meminta bantuan dari Rusia," kata orang dalam militer tersebut.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak