AS Upgrade Jet Tempur Siluman F-22 Besar-besaran untuk Perang Melawan China

Jum'at, 29 Maret 2024 - 09:36 WIB
loading...
A A A
Mempersingkat karier F-22 dapat menghemat miliaran dolar yang akan membantu USAF mempercepat pengembangan dan produksi pesawat tempur Dominasi Udara Generasi Berikutnya (NGAD) yang penuh rahasia. Model uji awal jet NGAD sudah terbang sejak tahun 2020, namun publik masih belum tahu seperti apa bentuknya atau apa fungsinya.

Apa yang publik tahu adalah bahwa USAF memperkirakan pesawat baru ini akan melampaui kemampuan siluman dan sensor F-22 dan—yang lebih penting—menggandakan jangkauannya. Pesawat tempur NGAD adalah pesawat tempur yang mampu berperang melawan China, lebih dari F-22 yang pernah ada.

Tapi harganya tidak murah. USAF memperkirakan akan menghabiskan USD5 miliar per tahun selama empat tahun ke depan hanya untuk menyelesaikan pengembangan—dan miliaran lagi untuk memproduksi jet mulai sekitar tahun 2030.

Mengingat tingginya biaya, tidak heran jika program NGAD tertunda.

USAF sudah bersiap menghadapinya. Itulah sebabnya, bertahun-tahun yang lalu, mereka membayar untuk mengembangkan sepasang tambahan baru yang penting yang akan membantu menjaga F-22 Raptor tetap relevan untuk beberapa tahun ke depan: tangki bahan bakar khusus di bawah sayap—dibentuk untuk meminimalkan jangkauan radar—yang dapat menambah jarak ratusan mil untuk jangkauan F-22, serta pod baru untuk sensor inframerah yang sangat sensitif yang memungkinkan F-22 mendeteksi target tanpa menyalakan radar dan berpotensi memberikan posisinya sendiri.

Tangki bahan bakar dan pod sensor baru pertama kali muncul di depan umum pada pesawat F-22 dalam foto buram, yang tampaknya berasal dari lokasi uji coba Angkatan Udara, yang beredar minggu lalu.

Fitu tambahan ini merupakan hal yang paling penting dalam perang udara melawan China. Mereka membuat penerbangan jarak jauh di atas perairan terbuka sedikit lebih layak dilakukan oleh F-22 Raptor yang jaraknya pendek. Dengan tangki bahan bakar baru di bawah sayap F-22, jet NGAD menjadi kurang penting bagi USAF.

Penekanan pada sedikit. Daya tahan F-22 yang buruk selalu menjadi kelemahan terbesarnya. Mengganti jet tersebut, secepat mungkin, adalah—dan seharusnya menjadi—prioritas utama bagi Angkatan Udara terkemuka di dunia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved