Siapa Diomaye Faye? Pemimpin Oposisi yang Memenangkan Pemilu Senegal
Rabu, 27 Maret 2024 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
Faye lahir pada tahun 1980 di Ndiaganiao, Senegal bagian barat-tengah. Dia bertemu Sonko saat bekerja sebagai inspektur pajak di departemen pajak dan perkebunan pemerintah, dimana mereka berperan penting dalam pembentukan serikat pekerja.
![Siapa Diomaye Faye? Pemimpin Oposisi yang Memenangkan Pemilu Senegal]()
Foto/Reuters
Pada bulan April 2023, Faye ditangkap atas tuduhan termasuk menyebarkan berita palsu, penghinaan terhadap pengadilan dan pencemaran nama baik terhadap suatu badan, karena postingan media sosial.
Melansir Al Jazeera, Sonko ditangkap atas berbagai tuduhan pada Juli 2023 termasuk memprovokasi pemberontakan, berkonspirasi dengan kelompok “teroris”, membahayakan keamanan negara, dan perilaku tidak bermoral terhadap individu di bawah usia 21 tahun.
Faye, bersama Sonko, dibebaskan pada akhir 14 Maret, beberapa hari sebelum pemungutan suara, setelah undang-undang amnesti disahkan bulan ini.
Baca Juga: Anggota Komite HAM PBB dari Senegal Kritik Netralitas Presiden Jokowi pada Pemilu 2024
Dia ingin menyingkirkan Senegal dari franc CFA warisan era kolonial, yang dipatok pada euro. Dia mengusulkan untuk memperkenalkan mata uang baru. Franc CFA, yang didukung oleh Departemen Keuangan Perancis, diterima di 14 negara anggota.
Selain itu, ia ingin menegosiasikan ulang kontrak pertambangan dan hidrokarbon. Negara ini diperkirakan akan memulai produksi hidrokarbon tahun ini.
Tantangan terbesar bagi pemimpin baru ini adalah mengatasi tingkat pengangguran yang lebih dari 20 persen.
2. Masuk Bui karena Dituduh Menyebarkan Hoaks

Foto/Reuters
Pada bulan April 2023, Faye ditangkap atas tuduhan termasuk menyebarkan berita palsu, penghinaan terhadap pengadilan dan pencemaran nama baik terhadap suatu badan, karena postingan media sosial.
Melansir Al Jazeera, Sonko ditangkap atas berbagai tuduhan pada Juli 2023 termasuk memprovokasi pemberontakan, berkonspirasi dengan kelompok “teroris”, membahayakan keamanan negara, dan perilaku tidak bermoral terhadap individu di bawah usia 21 tahun.
Faye, bersama Sonko, dibebaskan pada akhir 14 Maret, beberapa hari sebelum pemungutan suara, setelah undang-undang amnesti disahkan bulan ini.
Baca Juga: Anggota Komite HAM PBB dari Senegal Kritik Netralitas Presiden Jokowi pada Pemilu 2024
3. Mantan Petugas Pajak yang Ingin Memberantas Korupsi
Faye, mantan inspektur pajak, telah berjanji untuk memberantas korupsi, memulihkan stabilitas dan memprioritaskan kedaulatan ekonomi, serta menghimbau kaum muda perkotaan yang frustrasi dengan pengangguran di negara Afrika Barat di mana 60 persen penduduknya berusia di bawah 25 tahun.Dia ingin menyingkirkan Senegal dari franc CFA warisan era kolonial, yang dipatok pada euro. Dia mengusulkan untuk memperkenalkan mata uang baru. Franc CFA, yang didukung oleh Departemen Keuangan Perancis, diterima di 14 negara anggota.
Selain itu, ia ingin menegosiasikan ulang kontrak pertambangan dan hidrokarbon. Negara ini diperkirakan akan memulai produksi hidrokarbon tahun ini.
Tantangan terbesar bagi pemimpin baru ini adalah mengatasi tingkat pengangguran yang lebih dari 20 persen.
Lihat Juga :