Badan Intelijen Rusia Awasi Upaya Barat Mempersenjatai ISIS
Rabu, 27 Maret 2024 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Pada Oktober 2023, FSB telah mendaftarkan partisipasi karyawan 13 perusahaan militer swasta (PMC) Barat dan para anggota sembilan pasukan proksi paramiliter asing dalam konflik Ukraina di pihak rezim Kiev.
Menurut Bortnikov, AS dan sekutu NATO-nya telah mengubah Ukraina menjadi sarang teroris.
Kepala FSB juga memberikan perhatian khusus pada upaya badan intelijen AS dan Inggris untuk menciptakan “sabuk ketidakstabilan” di Afghanistan dekat perbatasan selatan CIS, tempat kelompok al-Qaeda dan ISIS menjadi lebih kuat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, badan intelijen Barat merekrut militan dari organisasi teroris internasional yang beroperasi di Irak, Suriah, dan sejumlah negara Asia dan Afrika lainnya, dan memindahkan mereka ke Afghanistan utara.
“Kami mencatat peningkatan peran al-Qaeda, yang, dalam aliansi dengan cabang ISIS Vilayat Khorasan (dilarang di Federasi Rusia), mengambil bagian aktif dalam persiapan, indoktrinasi dan dukungan logistik terhadap kelompok-kelompok yang dikendalikan,” tegas Bortnikov pada Oktober lalu.
Sejak awal operasi khusus Rusia di Ukraina, laporan mulai bermunculan di media dan blog internasional, menyoroti para militan dari semua kalangan yang berbondong-bondong ke zona tempur di Ukraina.
Pada awal Maret 2022, BBC mengutip kelompok teroris Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang berbasis di Suriah yang secara eksplisit mengungkapkan solidaritasnya terhadap rezim Kiev.
Anggota HTS terkenal al-Shamali al-Hurr melalui Telegram memuji kemenangan Ukraina dengan membagikan rekaman dan gambar grafis dari perangkat keras militer Rusia yang rusak dan tentara yang tewas.
Pada April 2022, muncul laporan yang mengklaim White Helmets (Helm Putih), kelompok “kemanusiaan” Suriah yang didukung Barat, telah tiba di Ukraina.
Sebelumnya, kelompok tersebut, yang secara resmi dikenal sebagai Pertahanan Sipil Suriah, berjanji memberikan “tutorial” kepada pasukan Ukraina.
Kelompok ini dituduh oleh warga Suriah terkait dengan cabang al-Qaeda yang beroperasi di negara Timur Tengah dan melakukan serangan kimia.
Terlebih lagi, pelatihan awal dan dukungan finansial kepada White Helm diberikan oleh Mayday Rescue Foundation, organisasi non-pemerintah yang didirikan mantan perwira Angkatan Darat Inggris James Le Mesurier.
Kelompok Le Mesurier berperan penting dalam upaya lama Barat menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad di Suriah, menurut akun jurnalis investigasi Grayzone tentang peristiwa di tahun 2016.
Menurut Bortnikov, AS dan sekutu NATO-nya telah mengubah Ukraina menjadi sarang teroris.
Kepala FSB juga memberikan perhatian khusus pada upaya badan intelijen AS dan Inggris untuk menciptakan “sabuk ketidakstabilan” di Afghanistan dekat perbatasan selatan CIS, tempat kelompok al-Qaeda dan ISIS menjadi lebih kuat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, badan intelijen Barat merekrut militan dari organisasi teroris internasional yang beroperasi di Irak, Suriah, dan sejumlah negara Asia dan Afrika lainnya, dan memindahkan mereka ke Afghanistan utara.
“Kami mencatat peningkatan peran al-Qaeda, yang, dalam aliansi dengan cabang ISIS Vilayat Khorasan (dilarang di Federasi Rusia), mengambil bagian aktif dalam persiapan, indoktrinasi dan dukungan logistik terhadap kelompok-kelompok yang dikendalikan,” tegas Bortnikov pada Oktober lalu.
Kelompok Teror Berbondong-bondong ke Ukraina
Sejak awal operasi khusus Rusia di Ukraina, laporan mulai bermunculan di media dan blog internasional, menyoroti para militan dari semua kalangan yang berbondong-bondong ke zona tempur di Ukraina.
Pada awal Maret 2022, BBC mengutip kelompok teroris Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang berbasis di Suriah yang secara eksplisit mengungkapkan solidaritasnya terhadap rezim Kiev.
Anggota HTS terkenal al-Shamali al-Hurr melalui Telegram memuji kemenangan Ukraina dengan membagikan rekaman dan gambar grafis dari perangkat keras militer Rusia yang rusak dan tentara yang tewas.
Pada April 2022, muncul laporan yang mengklaim White Helmets (Helm Putih), kelompok “kemanusiaan” Suriah yang didukung Barat, telah tiba di Ukraina.
Sebelumnya, kelompok tersebut, yang secara resmi dikenal sebagai Pertahanan Sipil Suriah, berjanji memberikan “tutorial” kepada pasukan Ukraina.
Kelompok ini dituduh oleh warga Suriah terkait dengan cabang al-Qaeda yang beroperasi di negara Timur Tengah dan melakukan serangan kimia.
Terlebih lagi, pelatihan awal dan dukungan finansial kepada White Helm diberikan oleh Mayday Rescue Foundation, organisasi non-pemerintah yang didirikan mantan perwira Angkatan Darat Inggris James Le Mesurier.
Kelompok Le Mesurier berperan penting dalam upaya lama Barat menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad di Suriah, menurut akun jurnalis investigasi Grayzone tentang peristiwa di tahun 2016.
Lihat Juga :