Islam Khalilov, Bocah Pahlawan Selamatkan 100 Orang dari Pembantaian Teroris di Moskow

Senin, 25 Maret 2024 - 08:49 WIB
loading...
Islam Khalilov, Bocah...
Islam Khalilov (15), bocah Muslim yang selamatkan lebih dari 100 orang dari pembantaian para teroris di gedung konser Balai Kota Crocus, Moskow, Rusia, Jumat malam. Foto/East2West
A A A
MOSKOW - Seorang bocah Muslim berusia 15 tahun dielu-elukan sebagai pahlawan lokal karena menyelamatkan lebih dari 100 orang dari pembantaian para teroris di gedung konser Balai Kota Crocus, Moskow, Rusia.

Bocah bernama Islam Khalilov ini bekerja sebagai petugas ruang ganti di Balai Kota Crocus, tempat penembakan massal terjadi pada Jumat malam pekan lalu.

Keakrabannya dengan gedung tersebut memungkinkannya bertindak cepat untuk memandu ratusan penonton konser yang ketakutan menuju tempat yang aman, mencegah kematian lebih lanjut dalam pembantaian.

Tempat konser yang terletak di luar Moskow itu penuh sesak menjelang penampilan band rock Rusia; Picnic, ketika sekelompok teroris bersenjatakan senapan serbu memaksa masuk ke dalam gedung. Mereka menembaki orang-orang yang melarikan diri tanpa pandang bulu dan kemudian membakar gedung konser.

Baca Juga: Rusia Marah dan Sedih setelah Teroris Bantai 137 Orang di Gedung Konser Moskow

Menurut data terbaru, hingga Senin (25/3/2024), serangan tersebut telah merenggut nyawa 137 orang, dan sekitar 180 orang lainnya terluka.

Khalilov mengatakan kepada Ruptly bahwa saat orang-orang mulai berlarian dari eskalator, dari tangga dia menyadari bahwa keadaan darurat sedang terjadi.

Dia bertindak berdasarkan naluri pada saat itu dan menggunakan pengetahuan menyeluruhnya tentang tempat tersebut untuk segera mengatur evakuasi pengunjung menuju bangunan lain di dalam kompleks Balai Kota Crocus.

“Saya mulai berteriak di serambi, di seluruh Balai Kota Crocus—'Teman-teman, ada penembakan! Semua berlari ke pameran!’—dan saya menunjukkan ke mana mereka harus pergi dan membantu semua orang,” jelasnya.

“Terjadi desak-desakan, dan semua orang terkejut pada awalnya. Tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana harus pergi," ujarnya.

Khalilov menambahkan bahwa dia sendiri berlari di belakang seluruh kelompok untuk memastikan dia tidak meninggalkan siapa pun.

Bocah remaja tersebut mengaku sangat takut, namun masih bisa menggunakan instruksi yang diberikan sebelumnya tentang cara mengevakuasi pengunjung jika terjadi keadaan darurat.

Dia melihat sekilas salah satu teroris.

“Saya melihatnya, [dia] berjanggut dan mengenakan seragam hijau, dia berjalan-jalan sambil membawa senapan serbu,” kenangnya.

Dia juga ingat melihat seorang pria ditembak mati oleh salah satu penyerang, dan menambahkan bahwa dia tidak bisa berhenti memikirkannya.

Bocah tersebut mengatakan dia tidak menganggap dirinya pahlawan, dan dia hanya melakukan pekerjaannya.

Menjelaskan apa yang membantunya mengatasi rasa takut, Khalilov beralasan: “Lebih baik mengorbankan diri sendiri daripada membiarkan seratus orang mati.”

Setelah aksi Khalilov diberitakan oleh beberapa media Rusia, klub sepak bola favoritnya, FC Spartak Moscow, mengundangnya ke pertemuan di mana dia diberikan tiket masuk gratis ke pertandingan mereka.

Artis rap populer Rusia Morgenstern mengatakan dia telah mentransfer 1.000.000 rubel (lebih dari Rp173 juta) kepada remaja tersebut—sesuatu yang telah dikonfirmasi Khalilov kepada media.

Pemimpin Muslim Rusia, Mufti Ravil Guynutdin, telah mengumumkan bahwa Khalilov akan menerima medali atas keberaniannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Jemaah Umrah Perlu Tahu!...
Jemaah Umrah Perlu Tahu! Ini Waktu Masuk Hijr Ismail untuk Perempuan dan Laki-Laki
Rekomendasi
Homedoki Umumkan Pemenang...
Homedoki Umumkan Pemenang Umrah, Perjalanan ke Tanah Suci Agustus 2026
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Berita Terkini
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved