alexametrics

Sempat Tertahan, Oman Akhirnya Izinkan Pelajar RI Menyeberang ke Yaman

loading...
Sempat Tertahan, Oman Akhirnya Izinkan Pelajar RI Menyeberang ke Yaman
Otoritas Oman dilaporkan akhirnya mengizinkan ratusan mahasiswa dan pelajar asal Indonesia menyeberang ke Yaman. Foto/Kemlu RI
A+ A-
SALALAH - Otoritas Oman dilaporkan akhirnya mengizinkan ratusan mahasiswa dan pelajar asal Indonesia menyeberang ke Yaman. Izin tersebut diberikan setelah Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Muscat secara intensif berkomunikasi dengan otoritas terkait di Oman. 

Izin tersebut diketahui didapatkan para Selasa malam lalu. Setelah mendapat izin para pelajar bergerak dari Salalah menuju perbatasan Oman-Yaman dalam rombongan empat bus, didampingi oleh staf KBRI Sana'a di Salalah dan KBRI Muscat.

Menurut keterangan keterangan Kemlu RI yang dikutip Sindonews pada Kamis (11/1), berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh KBRI Muscat, total terdapat 178 pelajar, 38 diantaranya adalah wanita dan seorang bayi. 

Sebagian besar pelajar tersebut menuju ke kota Tareem dan sebagian kecil ke kota Al Mukalla. Keduanya di provinsi Hadramaut. Para pelajar tersebut tertahan di Salalah berhari-hari karena Otoritas Oman melarang warga negara asing menyeberang ke Yaman melalui wilayahnya. 

"Izin ini berhasil kita dapatkan hanya untuk mereka yang sudah terlanjur berada di Salalah saat ini. Untuk kedepannya akan kita bahas kembali dengan otoritas Oman," kata Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal, yang diutus langsung oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi ke Salalah untuk membicarakan dengan otoritas Oman.

Sebelum diberangkatkan ke perbatasan, KBRI melakukan pendataan para pelajar untuk memudahkan pemantauan dan memberikan penjelasan mengenai proses pendekatan yang dilakukan kepada otoritas Oman untuk membantu para pelajar.

Meskipun Pemerintah Indonesia sudah melakukan evakuasi hampir 2.000 pelajar WNI dari Yaman saat mulai berkecamuknya perang pada Mei 2015, namun saat ini masih ada 1000 orang lebih pelajar Indonsia di Provinsi Hadramaut. Mereka belajar pada berbagai tingkatan di pesantren dan universitas yang ada di provinsi tersebut.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak