Makin Sedikit Perempuan Hamil, Mayoritas RS di China Tutup Layanan Persalinan Bayi

Selasa, 19 Maret 2024 - 15:39 WIB
loading...
Makin Sedikit Perempuan...
Banyak RS di China menutup layanan persalinan karena makin sedikit perempuan hamil. Foto/Reuters
A A A
BEIJING - Banyak rumah sakit di China telah berhenti menawarkan layanan persalinan bayi baru lahir tahun ini. Itu dilaporkan Daily Economic News.

Para pakar ekonomi memperingatkan akan terjadinya "musim dingin obstetri" karena menurunnya permintaan di tengah penurunan rekor dalam kelahiran baru.

Rumah sakit di berbagai provinsi termasuk di bagian timur Zhejiang dan bagian selatan Jiangxi dalam dua bulan terakhir telah mengumumkan bahwa mereka akan menutup departemen kebidanan mereka.

Rumah Sakit Rakyat Kelima Kota Ganzhou di Jiangxi mengatakan melalui akun WeChat resminya bahwa layanan kebidanan akan ditangguhkan mulai 11 Maret.

Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Jiangshan di Zhejiang mengumumkan di halaman WeChat bahwa bisnis kebidanan mereka akan berhenti mulai 1 Februari.

Penutupan ini terjadi ketika para pembuat kebijakan di China sedang bergulat dengan cara meningkatkan keinginan pasangan muda untuk memiliki anak ketika pihak berwenang menghadapi masalah demografi yang semakin besar akibat masyarakat yang menua dengan cepat.

Baca Juga: Mengapa Negara-negara di Asia Timur Mengalami Krisis Bayi?

Populasi China turun selama dua tahun berturut-turut pada tahun 2023 karena angka kelahiran yang rendah dan tingginya angka kematian akibat COVID-19 mempercepat penurunan yang dikhawatirkan oleh para pejabat akan berdampak besar pada potensi pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Data terbaru yang tersedia dari Komisi Kesehatan Nasional China menunjukkan jumlah rumah sakit bersalin turun menjadi 793 pada tahun 2021 dari 807 pada tahun 2020.

Media lokal termasuk Daily Economic News mengatakan anjloknya jumlah bayi baru lahir membuat banyak rumah sakit tidak mungkin tetap mengoperasikan departemen kebidanan mereka.

“'Musim dingin kebidanan' tampaknya akan datang dengan tenang,” lapor surat kabar tersebut pada hari Jumat.

Banyak perempuan di China memilih untuk tetap tidak memiliki anak karena tingginya biaya perawatan anak, keengganan untuk menikah atau menunda karir mereka dalam masyarakat tradisional dimana mereka masih dipandang sebagai pengasuh utama dan diskriminasi gender masih marak.

Pihak berwenang telah mencoba memberikan insentif dan langkah-langkah untuk meningkatkan angka kelahiran, termasuk memperluas cuti hamil, tunjangan finansial dan pajak untuk memiliki anak, dan subsidi perumahan.

Namun china adalah salah satu negara termahal di dunia untuk membesarkan anak dibandingkan dengan produk domestik bruto per kapita, sebuah lembaga pemikir terkemuka China mengatakan pada bulan Februari, ketika mereka merinci waktu dan biaya peluang bagi perempuan yang melahirkan.

Semakin banyak bayi yang dilahirkan di rumah sakit di seluruh China pada Tahun Naga, yang dimulai pada 10 Februari dan lambang zodiak naga Tiongkok diyakini sangat membawa keberuntungan. Namun para ahli demografi mengatakan lonjakan apa pun akibat ledakan “bayi naga” kemungkinan hanya akan terjadi dalam waktu singkat.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Cukur Uzbekistan 5-0: Kebangkitan Ronaldo
Premier Padel Valladolid...
Premier Padel Valladolid P2 2026 Tayang di VISION+, Cek Jadwal Lengkapnya
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Berita Terkini
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved