alexametrics

Pesawatnya Ditembak Jatuh, Rusia Tutup Lalu Lintas Udara di Suriah

loading...
Pesawatnya Ditembak Jatuh, Rusia Tutup Lalu Lintas Udara di Suriah
Pesawat-pesawat jet tempur Rusia yang beroperasi di pangkalan udara Khmeimim, Suriah. Foto/REUTERS
A+ A-
TEL AVIV - Rusia kian gencar meningkatkan operasi di lepas pantai Suriah setelah pesawat mata-matanya, Il-20, ditembak jatuh sistem rudal S-200 Damaskus. Militer Moskow dilaporkan menutup lalu lintas udara, darat dan laut di wilayah Suriah yang berbatasan dengan Siprus.

Langkah Moskow itu dilaporkan media-media Siprus pada hari Kamis. Penutupan lalu lintas udara dan laut itu dilakukan sejak hari Rabu dengan tujuan memuluskan operasi militernya.

Sumber-sumber di Israel, seperti dikutip dari Times of Israel Jumat (21/9/2018), membenarkan laporan tersebut. Namun, militer Moskow memberikan konfirmasi.

Sebanyak 15 tentara Moskow tewas pada hari Senin ketika pesawat Il-20 secara tak sengaja ditembak jatuh oleh sistem rudal pertahanan S-200 Suriah di wilayah Latakia. Insiden itu terjadi saat sistem rudal Damaskus merespons serangan empat jet tempur F-16 Israel.

Moskow tidak menyalahkan Damaskus sebagai sekutunya. Sebaliknya, mereka menyalahkan Israel dengan tuduhan menjadikan pesawat Il-20 sebagai tameng jet-jet tempur Tel Aviv dari serangan balasan sistem S-200 Damaskus.

Kepala Militer Israel Letnan Jenderal Gadi Eisenkot pada hari Kamis menyatakan kesedihan atas tragedi yang dialami pesawat Moskow. "Israel akan melanjutkan pekerjaan tanpa kompromi untuk menjamin keamanan negara," katanya.

Insiden itu telah memicu ketegangan antara Moskow dan Tel Aviv. Moskow menyalahkan Tel Aviv dan mengancam akan melakukan pembalasan.

Presiden Vladimir Putin bergegas meredam ketegangan. Dia memastikan bukan jet tempur Israel yang menembak jatuh pesawat Il-20. Menurutnya, kejadian tersebut merupakan rantai peristiwa yang kebetulan tragis.

Meski demikian, Putin menuntut penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengatakan bahwa dia setuju dengan Putin bahwa kejadian tersebut adalah "kesalahan tragis". Tapi, dia tetap menyalahkan militer Suriah.

"Tentara (Presiden Bashar) Assad bertanggung jawab atas kesalahan tragis ini," katanya. "Suriah memiliki pasukan, (sistem) pertahanan udara, orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak terampil yang beroperasi ketika pesawat Angkatan Udara Israel sudah berada di wilayah udara Israel," katanya.

Lieberman bersedia memberikan informasi kepada Moskow perihal insiden itu. "Tidak ada yang kami sembunyikan," katanya.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak