Profesor Halper: AS dan Sekutu akan Bantu Israel Bersihkan Etnis Palestina

Rabu, 13 Maret 2024 - 11:30 WIB
loading...
A A A
Dia menjelaskan, “Mereka membangun kamp karena mereka takut… jika Israel benar-benar menyerang Rafah di selatan, maka tidak ada rencana yang baik mengenai ke mana orang-orang tersebut akan pergi. Kombinasi tekanan militer ditambah kelaparan hanya akan mendorong satu juta warga Palestina melewati perbatasan… Jika ada pelarian besar-besaran dari Gaza ke Mesir, maka Mesir siap menghadapi hal itu… Ini bukan untuk bentuk apa pun rencana sukarela, itu untuk kemungkinan itu.”

Rencana utama Israel, menurut Halper, adalah mengurangi jumlah warga Palestina di wilayah tersebut dan kemudian menciptakan apartheid bagi wilayah lainnya.

“(Israel akan) mengunci mereka di pulau-pulau kecil dengan bantuan Biden, kita akan menyebut wilayah Bantustan itu sebagai satu negara, dan sekarang kita memiliki solusi dua negara. Israel menguasai 85% wilayah negara ini, mereka mengendalikan segalanya (dan) Israel adalah negara Yahudi, tapi ada negara Palestina di beberapa pulau kecil yang akan diakui komunitas internasional dan sekarang kita sudah selesai dengan Palestina dan kita bisa lanjutkan,” ungkap Halper.

Dia menekankan, “Dengan kata lain, Israel berpikir mereka bisa lolos dari apartheid dengan cara yang tidak bisa dilakukan Afrika Selatan, dan ada alasan kuat untuk percaya bahwa hal itu mungkin benar.”

Daripada mendorong solusi dua negara yang tampaknya semakin kecil kemungkinannya, Halper berpendapat Israel harus diubah “menjadi satu negara demokratis dengan hak yang sama bagi semua warga negaranya.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
AS Sebut Iran Akan Buka...
AS Sebut Iran Akan Buka Selat Hormuz Tanpa Biaya Tol
Rekomendasi
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Berita Terkini
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved