Pandemi Covid-19 Ganggu Jadwal Vaksinasi Anak-anak di Seluruh Dunia

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 16:25 WIB
loading...
Pandemi Covid-19 Ganggu...
Pandemi Covid-19 telah mengganggu jadwal vaksinasi anak-anak di seluruh dunia. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Di tengah pandemi Covid-19 , para ahli di komunitas ilmiah khawatir bahwa risiko kesehatan masyarakat lainnya, seperti AMR, dapat dilupakan atau bahkan meningkat jika fokus penanganannya menurun. Ancaman AMR sekarang begitu parah, sehingga banyak yang khawatir AMR dapat segera memusnahkan sebagian besar obat-obatan canggih yang dibuat selama abad terakhir.

AMR atau resistensi antimikroba didefinisikan sebagai kebalnya mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit dan jamur terhadap obat antimikroba yang sebelumnya efektif untuk pengobatan infeksi.

(Baca juga: Eijkman Sebut WHO Prediksi Vaksin COVID-19 Tersedia Akhir Tahun Depan )

Ankur Mutreja, seorang pakar Departemen Kedokteran dari Universitas Cambridge mengatakan, ada dua cara untuk melihat agaimana pandemi Covid-19 mempengaruhi atau bahkan mempercepat risiko kesehatan masyarakat lainnya, khususnya AMR. Salah satunya adalah banyak advokasi dan banyak pekerjaan dasar telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan AMR dan karena krisis Covid-19.

(Baca: Salat Jamaah di Hagia Sophia Picu Kasus Baru Covid-19 Turki )

"Semua fokus pada dasarnya adalah pada Covid-19, dan semua penyakit, sindrom, masalah dan tantangan seperti AMR, dan lainnya. Ini tidak berarti bahwa mereka tidak ada lagi, karena mereka memang ada," ucap Mutreja, seperti dilansir Sputnik, Jumat (14/8/2020).

"Itu salah satu tantangan karena Covid-19. Tantangan lainnya adalah Covid-19 telah mengakibatkan penguncian di sebagian besar negara di dunia dan yang telah dilakukan adalah mengganggu jadwal vaksinasi anak-anak di seluruh dunia dan apa yang dilakukan Covid-19 adalah karena penguncian orang telah berhenti pergi ke rumah sakit di banyak bagian dunia, dan di beberapa tempat. Bahkan, rumah sakit berjuang untuk benar-benar melayani anak-anak yang membutuhkan vaksin ini," sambungnya.

Dia mengatakan, apa yang dilakukan vaksinasi pada dasarnya melindungi seseorang dari penyakit. Jadi, meskipun orang tersebut terkena infeksi dan divaksinasi, jelasnya, mereka tidak akan membangun penyakit.

"Jika mereka tidak divaksinasi, mereka akan terkena penyakit, yang berarti mereka harus diobati dengan antibiotik. Semakin banyak antibiotik digunakan, semakin besar kemungkinan berkembangnya AMR," ucapnya.

(Baca: Rusia Kebanjiran Pesanan Vaksin Covid-19 )

Terkait dengan bagaimana para ahli, petugas medis dan otoritas menguji AMR ke depan, Mutreja mengatakan banyak pekerjaan yang dilakukan ke arah ini. Saat ini, ujarnya, pada titik perawatan, hampir tidak ada pengujian yang dilakukan untuk AMR. Apa yang dilakukan Covid-19 sebagai hal yang baik adalah benar-benar meningkatkan portofolio pengujian atau pentingnya pengujian.

Ke depan, ucapnya, teknologi yang telah dikembangkan atau teknologi yang sudah ada dan telah diadopsi sekarang untuk bekerja untuk Covid-19, pada tingkat perawatan; teknologi tersebut akan dieksplorasi untuk segala macam hal lainnya juga, seperti AMR dan dalam pendeteksian penyakit lain juga.

"Pelajaran dari Covid-19 adalah bahwa pengujian tersebut bukan hanya menjadi penyelamat untuk Covid-19, tetapi juga untuk hal-hal lain, seperti AMR dan penyakit di negara-negara terbelakang dan berpenghasilan rendah dan menengah, bahkan di negara maju," tukasnya. (Baca: Kasus Infeksi Covid-19 Dunia Tembus 20 Juta, Begini Respons WHO )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved