Apakah Israel Izinkan Umat Muslim Salat di Masjid al-Aqsa pada Ramadan 2024?
Jum'at, 08 Maret 2024 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum keputusan tersebut muncul, Israel awalnya ingin melakukan pembatasan ketat terhadap warga Muslim yang ingin mengakses Masjid al-Aqsa. Dalam hal ini, menteri sayap kanan Israel Ben Gvir adalah pengusulnya.
Namun, Israel akhirnya sedikit melunak setelah mendapat peringatan dari Hamas dan Amerika Serikat. Hasilnya, mereka berjanji akan membuka akses Masjid al-Aqsa dengan jumlah terbatas dan ketentuan yang berlaku.
Lebih jauh, Israel menyebut keputusannya ini didasarkan pada penilaian keamanan. Pembatasan individu terhadap jemaah tertentu mungkin akan bergantung pada data intelijen yang diberikan dinas keamanan Shin Bet.
Salah satu laporan mengatakan bahwa Israel awalnya akan mengizinkan 50.000-60.000 jemaah beribadah di Masjid al-Aqsa. Namun, jumlah tersebut bisa bertambah apabila selama evaluasi tidak terjadi insiden keamanan yang berarti.
Sejak dulu, Israel memang sudah membatasi akses Masjid al-Aqsa bagi generasi muda Muslim dan warga Palestina di Tepi Barat. Sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023, mereka bahkan memberlakukan pembatasan tambahan dengan alasan keamanan dan memaksa ratusan Muslim melaksanakan salat Jumat di jalan-jalan.
Namun, Israel akhirnya sedikit melunak setelah mendapat peringatan dari Hamas dan Amerika Serikat. Hasilnya, mereka berjanji akan membuka akses Masjid al-Aqsa dengan jumlah terbatas dan ketentuan yang berlaku.
Lebih jauh, Israel menyebut keputusannya ini didasarkan pada penilaian keamanan. Pembatasan individu terhadap jemaah tertentu mungkin akan bergantung pada data intelijen yang diberikan dinas keamanan Shin Bet.
Salah satu laporan mengatakan bahwa Israel awalnya akan mengizinkan 50.000-60.000 jemaah beribadah di Masjid al-Aqsa. Namun, jumlah tersebut bisa bertambah apabila selama evaluasi tidak terjadi insiden keamanan yang berarti.
Sejak dulu, Israel memang sudah membatasi akses Masjid al-Aqsa bagi generasi muda Muslim dan warga Palestina di Tepi Barat. Sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023, mereka bahkan memberlakukan pembatasan tambahan dengan alasan keamanan dan memaksa ratusan Muslim melaksanakan salat Jumat di jalan-jalan.
(mas)
Lihat Juga :