Mengerikan! Jerman Siapkan Skenario Perang Nuklir Lawan Rusia

Jum'at, 01 Maret 2024 - 21:35 WIB
loading...
Mengerikan! Jerman Siapkan...
Rudal balistik antarbenua Yars di lapangan pelatihan Alabino di Wilayah Moskow, Rusia. Foto/Sputnik/Ilya Pitalev
A A A
BERLIN - Pemerintah Jerman telah menyiapkan model potensi serangan Rusia terhadap NATO, menurut klaim tabloid Bild.

Bild melaporkan, pihak berwenang di Berlin telah menggambarkan empat fase berbeda, yang berpuncak pada potensi serangan nuklir terhadap negara-negara anggota NATO.

Dalam artikel pada Rabu (28/2/2024), Bild mengaku telah memperoleh analisis risiko pertahanan sipil setebal 13 halaman yang seharusnya disiapkan untuk parlemen Jerman.

Jerman akan menjadi salah satu target utama jika terjadi serangan Rusia terhadap NATO, menurut surat kabar tersebut, dan para pejabat diduga menganggap risiko tersebut “masuk akal.”

Tahap pertama serangan yang dilakukan Moskow konon akan melibatkan kampanye disinformasi yang bertujuan memecah belah penduduk Jerman dan mengganggu stabilitas masyarakat.

Selain itu, Rusia diduga akan melakukan serangan siber terhadap infrastruktur penting.

Menurut Bild, Kremlin kemudian akan mengerahkan pasukan ke perbatasan dengan NATO, langkah yang juga dilakukan blok militer pimpinan Amerika Serikat (AS).

“Serangan dunia maya dan sabotase di wilayah Jerman akan terjadi bersamaan dengan hal ini, dengan satelit juga menjadi sasarannya,” klaim laporan itu.

“Fase ketiga akan mencakup serangan selektif dengan senjata konvensional dan cara non-konvensional, juga terhadap sasaran di wilayah Jerman,” ungkap dugaan media tersebut.

Baca juga: Terus Diserang, Houthi Yaman Bersumpah Beri Kejutan Militer di Laut Merah

Puncak dari invasi Rusia yang diperkirakan akan terjadi adalah “permusuhan di darat, di laut, dan juga di udara di wilayah Jerman,” dan konflik tersebut diperkirakan akan mencapai skala global.

Artikel tersebut lebih lanjut menyatakan pemerintah Jerman tidak mengesampingkan penggunaan senjata kimia dan nuklir oleh Rusia.

Klaim tersebut menyusul laporan Bild bulan lalu yang menggambarkan garis besar dari bulan ke bulan tentang kemungkinan “jalan menuju konflik” antara NATO dan Rusia.

Bild menuduh Moskow dapat melancarkan “serangan terbuka” pada tahun 2025.

Mengomentari laporan tersebut pada saat itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan Bild “tidak segan-segan menerbitkan berbagai tipuan.”

Dalam beberapa bulan terakhir, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius dalam beberapa kesempatan memperkirakan Rusia dapat menyerang NATO dalam waktu lima hingga delapan tahun.

Pada Januari, Menteri Luar Negeri Swedia Tobias Billstrom meminta rekan senegaranya bersiap menghadapi potensi konfrontasi militer antara NATO dan Rusia.

Di tempat lain, Menteri Pertahanan Inggris Grant Shapps juga meramalkan konflik global antara Barat dan Rusia, China, Iran, dan Korea Utara dalam waktu lima tahun.

Presiden Rusia Vladimir Putin bersikeras pada Desember bahwa, “Moskow tidak tertarik… secara geopolitik, ekonomi atau militer… untuk melancarkan perang melawan NATO.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved