Paling Populer, Kamala Harris Diyakini Mampu Dongkrak Suara Biden

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 11:12 WIB
loading...
Paling Populer, Kamala...
Sembilan dari 10 anggota Partai Demokrat menyetujui kalau Senator Kamala Harris sebagai calon wakil presiden (cawapres) Joe Biden. Foto/Reuters
A A A
NEW YORK - Sembilan dari 10 anggota Partai Demokrat menyetujui kalau Senator Kamala Harris sebagai calon wakil presiden (cawapres) Joe Biden. Dia juga merupakan kandidat cawapres yang paling populer dan diprediksi akan mampu menarik dukungan kalangan generasi muda, warga kulit hitam, dan pemilih dari Partai Republik.

Itu terungkap dalam jajak pendapar Reuters/Ipsos. Survei mengungkapkan, 60% warga Amerika Serikat (AS), termasuk 87% pendukung Demokrat dan 37% pendukung Republik, mendukung pemilihan Harris – perempuan kulit hitam pertama dan keturunan Asia dinominasikan sebagai cawapres. Mereka juga mengungkapkan penunjukan Harris sebagai “batu loncatan besar” bagi AS. (Baca: Trump Mengaku Sedikit Terkejut Biden Pilih Harris Sebagai Cawapresnya)

Senator asal California itu juga difavoritkan dibandingkan dengan kandidat cawapres lainnya. Dia akan memberikan dukungan suara yang sangat signifikan bagi Biden pada pemilu presiden November mendatang. Harris, 55, putri migran asal India dan Jamaika, dikenal sebagai seorang mantan jaksa dan jaksa agung di California. Dia juga menjadi senator kulit hitam kedua dalam sejarah AS sejak terpilih pada 2016.

Paling Populer, Kamala Harris Diyakini Mampu Dongkrak Suara Biden


Jajak pendapat tersebut juga mengungkapkan, 46% penduduk AS memberikan dukungan bagi Biden/Harris. Sedangkan 38% mendukung Trump dan Wapres Mike Pence. Di kalangan perempuan, Harris mendapatkan dukungan luas sekitar 60%. Biden memang mendapatkan dukungan penuh dari perempuan, berbeda dengan Trump. Namun, Trump masih mendapatkan dukungan penuh dari perempuan kulit putih.

Menariknya, 25% pendukung Partai Republik mendukung pandangan Harris dan menyetujui pemilihannya sebagai cawapres Biden. Tapi, hanya 20% pandangan pendukung Republik memiliki kesamaan dengan Biden. Seperti kebanyakan analis politik memandang kalau sejumlah pemilih Partai Republik bisa saja memberikan suara bagi Partai Demokrat. (Baca juga: Ilmuwan Jepang Bangunkan Mikroba yang Tertidur Selama 100 Juta Tahun)

Jajak pendapat oleh Georgetown University/Battleground juga mengungkapkan dukungan terhadap pemilihan Harris sebagai cawapres Biden mencapai 43%. Sedangkan 36% responden tidak memberikan dukungan kepada Harris. Harris memang difavoritkan dalam jajak Oktober lalu. Khusus untuk dukungan di antara pemilih Demokrat, Harris mendapatkan sokongan hingga 76%. Dukungan paling tinggi di antara pemilih kulit hitam mencapai 64%.

“Saya pikir Harris mampu memberikan energi di mana energi itu telah digunakan,” kata Mo Elleithee, direktur eksekutif Institut Politik dan Pelayanan Publik Universitas Georgetown, dilansir Fox News. “Harris akan membangkitkan dukungan dari kalangan pemilih keturunan Afrika-Amerika dan orang yang tidak suka dengan Donald Trump,” katanya yang pernah menjadi juru bicara tim kampanye Hillary Clinton pada 2008. (Lihat videonya: Hujan Es Disertai Angin Kencang Terjadi di Cimahi)

Sementara itu, Harris tampil perdana di depan publik setelah dipilih sebagai cawapres-nya Biden dengan menyampaikan pernyataan menyerang kepemimpinan Presiden Donald Trump dan menekankan tentang peranan barunya. Harris mengakui, Biden telah mengakui momen kritis yang dihadapi bangsa AS dengan menunjuknya sebagai perempuan kulit hitam AS dan warga AS keturunan pertama yang menjadi cawapres. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved