Paling Populer, Kamala Harris Diyakini Mampu Dongkrak Suara Biden
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
Menariknya, 25% pendukung Partai Republik mendukung pandangan Harris dan menyetujui pemilihannya sebagai cawapres Biden. Tapi, hanya 20% pandangan pendukung Republik memiliki kesamaan dengan Biden. Seperti kebanyakan analis politik memandang kalau sejumlah pemilih Partai Republik bisa saja memberikan suara bagi Partai Demokrat. (Baca juga: Ilmuwan Jepang Bangunkan Mikroba yang Tertidur Selama 100 Juta Tahun)
Jajak pendapat oleh Georgetown University/Battleground juga mengungkapkan dukungan terhadap pemilihan Harris sebagai cawapres Biden mencapai 43%. Sedangkan 36% responden tidak memberikan dukungan kepada Harris. Harris memang difavoritkan dalam jajak Oktober lalu. Khusus untuk dukungan di antara pemilih Demokrat, Harris mendapatkan sokongan hingga 76%. Dukungan paling tinggi di antara pemilih kulit hitam mencapai 64%.
“Saya pikir Harris mampu memberikan energi di mana energi itu telah digunakan,” kata Mo Elleithee, direktur eksekutif Institut Politik dan Pelayanan Publik Universitas Georgetown, dilansir Fox News. “Harris akan membangkitkan dukungan dari kalangan pemilih keturunan Afrika-Amerika dan orang yang tidak suka dengan Donald Trump,” katanya yang pernah menjadi juru bicara tim kampanye Hillary Clinton pada 2008. (Lihat videonya: Hujan Es Disertai Angin Kencang Terjadi di Cimahi)
Sementara itu, Harris tampil perdana di depan publik setelah dipilih sebagai cawapres-nya Biden dengan menyampaikan pernyataan menyerang kepemimpinan Presiden Donald Trump dan menekankan tentang peranan barunya. Harris mengakui, Biden telah mengakui momen kritis yang dihadapi bangsa AS dengan menunjuknya sebagai perempuan kulit hitam AS dan warga AS keturunan pertama yang menjadi cawapres. (Andika H Mustaqim)
Jajak pendapat oleh Georgetown University/Battleground juga mengungkapkan dukungan terhadap pemilihan Harris sebagai cawapres Biden mencapai 43%. Sedangkan 36% responden tidak memberikan dukungan kepada Harris. Harris memang difavoritkan dalam jajak Oktober lalu. Khusus untuk dukungan di antara pemilih Demokrat, Harris mendapatkan sokongan hingga 76%. Dukungan paling tinggi di antara pemilih kulit hitam mencapai 64%.
“Saya pikir Harris mampu memberikan energi di mana energi itu telah digunakan,” kata Mo Elleithee, direktur eksekutif Institut Politik dan Pelayanan Publik Universitas Georgetown, dilansir Fox News. “Harris akan membangkitkan dukungan dari kalangan pemilih keturunan Afrika-Amerika dan orang yang tidak suka dengan Donald Trump,” katanya yang pernah menjadi juru bicara tim kampanye Hillary Clinton pada 2008. (Lihat videonya: Hujan Es Disertai Angin Kencang Terjadi di Cimahi)
Sementara itu, Harris tampil perdana di depan publik setelah dipilih sebagai cawapres-nya Biden dengan menyampaikan pernyataan menyerang kepemimpinan Presiden Donald Trump dan menekankan tentang peranan barunya. Harris mengakui, Biden telah mengakui momen kritis yang dihadapi bangsa AS dengan menunjuknya sebagai perempuan kulit hitam AS dan warga AS keturunan pertama yang menjadi cawapres. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :