Pemerintah Korea Selatan Ancam Dokter yang Mogok Kerja

Senin, 26 Februari 2024 - 17:42 WIB
loading...
Pemerintah Korea Selatan...
Dokter di Korea Selatan menggelar mogok massal. Foto/Reuters
A A A
SEOUL - Pemerintah Korea Selatan pada Senin (26/2/2024) memberi tahu para dokter muda bahwa mereka memiliki waktu hingga akhir Februari untuk kembali bekerja. Pemerintah akan menjatuhkan hukuman karena melakukan protes selama seminggu yang telah mengganggu layanan bagi pasien di beberapa rumah sakit besar.

Dua pertiga dari penduduk negara tersebut dan dokter magang telah meninggalkan pekerjaannya untuk memprotes rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah siswa yang diterima di sekolah kedokteran dalam upaya untuk mengatasi apa yang menurut pihak berwenang adalah kekurangan dokter yang akan semakin memburuk di suatu negara. salah satu masyarakat dengan penuaan tercepat di dunia.

Protes tersebut telah memaksa rumah sakit untuk menolak pasien dan membatalkan prosedur operasi.

“Mengingat gawatnya situasi, pemerintah mengeluarkan permohonan terakhir,” kata Menteri Keamanan Lee Sang-min pada pembukaan pertemuan gugus tugas. Dia menambahkan bahwa kekacauan meningkat di rumah sakit dan layanan darurat telah mencapai “situasi berbahaya”.

“Jika Anda kembali ke rumah sakit yang Anda tinggalkan pada 29 Februari, Anda tidak bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi,” katanya. “Kami menghimbau Anda untuk mengingat suara Anda akan terdengar keras dan paling efektif saat Anda berada di sisi pasien.”

Pemerintah sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka dapat mengambil tindakan hukum terhadap dokter yang tidak mematuhi perintah kembali bekerja, termasuk penuntutan, kemungkinan penangkapan, dan pencabutan izin medis mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
AS Habiskan Rp671 Triliun...
AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi
Rekomendasi
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved