Siapa Aaron Bushnell? Prajurit Angkatan Udara AS yang Bakar Diri di Kedubes Israel di Washington

Senin, 26 Februari 2024 - 15:22 WIB
loading...
Siapa Aaron Bushnell?...
Aaron Bushnell, prajurit Angkatan Udara AS membakar diri karena tidak ingin menjadi bagian dari genosida di Gaza. Foto/Twitter
A A A
WASHINGTON - Seorang anggota aktif Angkatan Udara AS membakar dirinya sendiri di luar Kedutaan Besar Israel di Washington, DC, pada Minggu. Pria tersebut, yang diidentifikasi sebagai Aaron Bushnell.

“Saya tidak akan lagi terlibat dalam genosida” sebelum memicu aksinya sendiri. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. di blok 3500 International Drive, NW. Departemen Kepolisian Metropolitan meminta bantuan Dinas Rahasia Amerika Serikat mengungkap motif insiden tersebut.

Bushnell mengalami luka akibat insiden tersebut dan dikabarkan meninggal akibat kondisinya tersebut. Itu dilaporkan menurut jurnalis independen Talia Jane, yang memposting di media sosial bahwa dia berhubungan dengan keluarga Bushnell.

Departemen Kepolisian Metropolitan (MPD) mengatakan dalam sebuah postingan di X bahwa mereka juga menyelidiki kendaraan mencurigakan di dekat lokasi kejadian tetapi tidak ditemukan bahan berbahaya.

Juru bicara kedutaan Israel di AS Tal Naim mengatakan kepada media bahwa tidak ada personel kedutaan yang terluka. Dinas Rahasia, MPD, dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak (ATF) sedang menyelidiki insiden tersebut.

Juru bicara Angkatan Udara A.S. mengkonfirmasi kepada CNN, New York Times, dan Washington Post bahwa orang yang melakukan pembakaran, sebelum diidentifikasi secara publik, adalah seorang penerbang yang bertugas aktif.

Kebijakan Departemen Pertahanan menyatakan bahwa anggota militer yang bertugas aktif tidak boleh “terlibat dalam aktivitas politik partisan.” Peraturan militer juga melarang penggunaan seragam tersebut selama “pidato publik tidak resmi, wawancara, garis piket, pawai, rapat umum atau demonstrasi publik apa pun yang mungkin menyiratkan sanksi atau dukungan dari [Departemen Pertahanan] atau Dinas Militer.”

Baca Juga: 7 Bukti Israel Menerapkan Kebijakan Apartheid di Palestina

Bushnell, yang mengenakan seragam pada hari Minggu di Washington, adalah seorang insinyur DevOps yang berbasis di San Antonio, Texas, menurut profil LinkedIn-nya.

Bushnell dilaporkan mengirim pesan ke media sebelum rencana bakar diri. “Hari ini, saya berencana untuk melakukan aksi protes ekstrem terhadap genosida rakyat Palestina,” dia memperingatkan. Dia juga dilaporkan menyiarkan langsung tindakan tersebut di platform penyiaran web Twitch, yang sejak itu telah menghapus video tersebut karena pelanggaran pedoman dan belum menanggapi permintaan komentar dari TIME.

“Saya tidak akan lagi terlibat dalam genosida. Saya akan melakukan aksi protes ekstrem,” ulang penerbang tersebut, dalam rekaman yang ditinjau oleh TIME, sambil berjalan menuju halaman kedutaan Israel. “Tetapi dibandingkan dengan apa yang dialami orang-orang di Palestina di bawah penjajahan mereka, hal ini tidaklah ekstrim sama sekali. Inilah yang diputuskan oleh kelas penguasa sebagai hal yang normal.”

Setelah Bushnell menyiram dirinya dengan cairan dan meraih korek api, petugas penegak hukum atau keamanan yang tidak dikenal terdengar bertanya di luar layar, "Ada yang bisa saya bantu?" Setelah membakar dirinya sendiri, dia berulang kali meneriakkan “Bebaskan Palestina.”

Protes telah menjadi hal biasa terhadap tindakan militer Israel di Gaza serta terhadap dukungan AS untuk Israel sejak pecahnya perang setelah serangan kelompok militan Palestina Hamas pada 7 Oktober yang menurut para pejabat Israel menewaskan sekitar 1.200 orang. Kementerian Kesehatan Gaza, yang diawasi oleh Hamas, mengatakan bahwa pemboman Tel Aviv terhadap daerah kantong tersebut telah menewaskan sekitar 30.000 orang.

Pos-pos diplomatik Israel terus menjadi area protes terhadap perang di Timur Tengah, dan ini bukan pertama kalinya seseorang melakukan pembakaran di luar wilayah tersebut.

Bakar diri mempunyai sejarah yang panjang sebagai bentuk protes, dan menjadi terkenal pada masa perang Vietnam dan di Tunisia pada masa Arab Spring.

Pada bulan Desember, orang tak dikenal yang membawa bendera Palestina berada dalam kondisi kritis setelah mereka membakar diri di luar konsulat Israel di Atlanta.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Berita Terkini
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved