AS: Putin Gagalkan Amerika untuk Membarat-baratkan Rusia

Senin, 26 Februari 2024 - 07:53 WIB
loading...
A A A
Reformasi yang dilakukan Yeltsin menyebabkan bangkitnya kelompok yang disebut "oligarki", yang mengumpulkan kekayaan besar dengan menjual sumber daya alam Rusia kepada pembeli Barat, sementara mayoritas penduduknya menghadapi penurunan angka harapan hidup, melonjaknya angka kejahatan dan pembunuhan, serta jatuhnya rubel.

Putin, yang pertama kali menjabat pada tahun 2000, dikenal luas karena berhasil menjinakkan kaum oligarki, menegakkan ketertiban umum, dan membalikkan kemerosotan ekonomi dan sosial pada tahun 1990-an.

Putin awalnya mencari hubungan persahabatan dengan Barat, dan mengatakan kepada jurnalis Amerika Tucker Carlson awal bulan ini bahwa dia bertanya kepada Presiden AS saat itu Bill Clinton apakah Rusia suatu hari nanti bisa bergabung dengan NATO, namun ditolak.

Namun Putin menghubungi penerus Clinton, George W Bush, dengan usulan agar AS, Rusia, dan Eropa bersama-sama menciptakan sistem pertahanan rudal.

Meskipun tim Bush pada awalnya menyatakan ketertarikannya, Putin mengatakan: “Pada akhirnya mereka hanya menyuruh kami pergi.”

Kombinasi ekspansi NATO, dukungan Amerika terhadap kelompok "jihad" di Kaukus, dan orkestrasi Nuland terhadap kudeta di Ukraina pada tahun 2014 memperjelas bahwa AS dan sekutunya tidak tertarik untuk bekerja sama, kata Putin kepada Carlson.

Nuland mengatakan kepada Amanpour bahwa Putin telah “menghancurkan negaranya sendiri” dengan melakukan intervensi di Ukraina, dan bahwa AS akan terus memperketat pengawasannya, mungkin dengan memasok senjata ke Kyiv dan menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan terhadap Moskow.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Trump: AS Tak Akan Gulingkan...
Trump: AS Tak Akan Gulingkan Rezim Iran, Fokus Senjata Nuklir
Rekomendasi
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
Berita Terkini
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved