Klinik Ortopedi di Jepang Layani Pengobatan Warga Indonesia

Minggu, 25 Februari 2024 - 04:40 WIB
loading...
Klinik Ortopedi di Jepang...
Klinik ortopedi di Jepang layakni pengobatan bagi WNI. Foto/Istimewa
A A A
TOKYO - Sebuah klinik khusus ortopedi terkenal di Tokyo Jepang menawarkan konsultasi pengobatan hingga melakukan tindakan terhadap saraf kejepit, kesemutan, sakit kepala pincang yang semua akibat saraf kejepit dan penyakit dalam lainya dengan metodologi penggunaan laser untuk operasi.

"Dokter Jepang ini sangat mendedikasikan ilmunya kepada ortopedi, penyembuhan melalui operasi laser teknologi tercanggih Jepang disertai peralatan medisnya yang mutahir," papar Richard Susilo Presiden Office Promosi Ltd., Tokyo Jepang kepada SindoNews.

"Peralatan yang digunakan melaui teknologi tingkat tinggi dengan dokter profesional yang memiliki reputasi internasonal, terbukti banyak paseien yang berobat ke kliniknya di Tokyo Jepang, dapat sembuh dan merasa puas,: kata Richard Susilo, salah satu media relations kepada SindoNews via telepon di Jakarta.

Richard berusaha mengundang para sahabatnya, di Indonesia, atau orang lain untuk melakukan konsultasi atau berobat terhadap penyakit kronis, penyakit berat yang dapat ditangani dengan metodologi bedah menggunakan laser.

"Saya ingin memberikan informasi tentang spesialis ortopedi dari spesialis yang ada di Jepang khusus untuk masyarakat Indonesia," lanjutnya.

Baca Juga: Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk

Dokter yang menangani adalah seorang spesialis ortopedi terutama dalam penggunaan Laser untuk operasi. Semua pasiennya sembuh tanpa masalah, ditangani dokter terkenal lulusan Universitas Tokyo. Dia memiliki klinik di Tokyo yang menggunakan teknologi mutakhir.

"Banyak masyarakat Indonesia yang merasa puas saat berkunjung ke kliniknya dan sembuh setelah dioperasi Laser. Tentu saja beliau menyambut baik semua pasien dari luar negeri khususnya dari Indonesia. Setelah operasi, cukup istirahat beberapa jam, tidak perlu menginap. Besoknya bisa pulang ke Indonesia," ungkap Richard.

Dr. Hisayuki Miyajima, 65, mampu berbicara dalam bahasa Jepang namun di kliniknya itu menyiapkan penerjemah profesional di bidang medis untuk bahasa Indonesia-Jepang. Untuk urusan bahasa tidak ada masalah, banyak orang Jepang faham dan fasih dengan bahasa Indonesia, atau banyak juga orang Indonesia bekerja di layanan kesehatan di Jepang.

"Oleh karena itu tidak akan ada hambatan komunikasi selama konsultasi dengannya antara orang Indonesia dan Miyajima," tambah Richard.

Seorang kolega dokter dari Indonesia menyampaikan testimoninya, Miyajima, seorang ahli urologi yang bekerja di Jepang. Miyajima pernah menjadi rekan saya ketika saya bekerja sebagai peneliti kanker di Universitas Tokyo.

Miyajima memiliki dua klinik di Tokyo dan menerapkan hidrolisis elektrolitik untuk mengobati dialisis, yang merupakan teknologi mutakhir. Saat ini dia juga sedang melakukan penelitian tentang gagal ginjal dan kanker di Universitas Tokyo.

Miyajima memiliki pengalaman merawat orang-orang dari Indonesia selama perjalanan mereka ke Jepang, dan menerima pasien dari berbagai negara pula. Tak heran untuk mengambil booking jadwal kepadanya biasanya perlu menunggu sekitar tiga bulan karena begitu banyak pasiennya.

Namun kali ini Richard menjadwalkan 18 April berobat ke klinik Dr. Miyajima untuk para warga Indonesia yang merasa sakit pinggang atau sarafnya terjepit. Silakan kontak email: [email protected] hanya menerima 5 peserta saja sangat eksklusif untuk tour medis ke Tokyo ini.

"Kesempatan emas bertemu dan mendapat pengobatan dari spesialis ortopedi terkenal Jepang itu," ungkap Richard. "Berobat di klinik itu waktunya jauh lebih singkat karena peralatan cukup canggih, maju dan dikerjakan secara profesional. Ada yang long-hour dialysis, 6 jam per sesi ada juga yang masing-masing 4 jam tiga kali seminggu," imbuhnya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Sultan Jepang Bangun...
Sultan Jepang Bangun Sirkuit Ala Formula 1 Rp3,2 Triliun Khusus untuk Istri dan Anak
Bagaimana Jepang, Korea...
Bagaimana Jepang, Korea Selatan dan Taiwan Tanggapi Pertemuan Trump-Xi?
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved