5 Dampak Buruk Perang Israel di Gaza dan Krisis Laut Merah bagi Mesir

Sabtu, 24 Februari 2024 - 16:08 WIB
loading...
A A A
Kekhawatiran keamanan atas kehadiran pejuang Palestina di Sinai, dan dampak rencana serangan mereka terhadap Israel terhadap hubungan antara Kairo dan Tel Aviv, merupakan faktor yang mempengaruhi Mesir. Tantangan ekonomi juga membantu menjelaskan mengapa Mesir memandang pengusiran paksa warga Palestina dari Gaza ke Sinai sebagai tindakan yang melanggar garis merah. Sejak konflik Sudan meletus 10 bulan lalu, 450.000 pengungsi Sudan telah melintasi perbatasan selatan Mesir, yang telah membebani perekonomian Mesir yang sedang bermasalah.

Dengan latar belakang ini, Mesir telah mulai membangun tembok dua mil sebelah barat perbatasan Mesir-Gaza, yang berpotensi mencegah skenario seperti itu. “Ada di antara kita yang takut Israel akan menghancurkan pagar perbatasan Mesir yang ada sehingga mereka dapat mendorong warga Gaza ke Sinai,” kata Patrick Theros, mantan duta besar AS untuk Qatar, dalam wawancara dengan Al Jazeera.

“Mesir sedang membangun tembok perbatasan kedua di dalam wilayah Mesir untuk memberikan efek jera terhadap Israel. Mengingat kebutuhan mendesak Netanyahu untuk tetap berkuasa dan menghindari hukuman penjara, upaya pencegahan ini mungkin tidak akan berhasil,” katanya, mengacu pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang popularitasnya berada pada rekor terendah di dalam negeri. Banyak analis berpendapat bahwa Trump memerlukan perang untuk terus menghindari pemecatan dari jabatannya. Netanyahu menghadapi kasus korupsi.

“Penolakan Washington yang tidak masuk akal untuk menghentikannya dapat mendorong Netanyahu untuk memperluas pertempuran hingga ke Sinai, bahkan jika hal itu mengakhiri perjanjian damai dengan Mesir,” kata Theros, dilansir Al Jazeera.

5. Menganggu Proses Reformasi Mesir

5 Dampak Buruk Perang Israel di Gaza dan Krisis Laut Merah bagi Mesir

Foto/Reuters

Bulan lalu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen bertemu dengan Menteri Keuangan Mesir Mohamed Maait di Washington untuk menjanjikan dukungan AS bagi perekonomian dan reformasi Mesir.

Pada saat yang sama, ada diskusi mengenai penambahan pinjaman Mesir sebesar $3 miliar dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membantu negara tersebut mengatasi perang di Gaza dan krisis keamanan Laut Merah. Elemen utama dari paket reformasi ekonomi ini mencakup penjualan saham pemerintah Mesir di puluhan perusahaan milik negara, pengurangan subsidi, penerapan nilai tukar yang fleksibel, dan menjadikan peran militer dalam perekonomian nasional lebih transparan.

Namun, para analis memperingatkan, perang di Gaza dan krisis keamanan Laut Merah yang terjadi setelah guncangan geopolitik akibat invasi Rusia ke Ukraina dua tahun lalu mungkin akan membuat para pejabat Mesir semakin enggan menerapkan sejumlah reformasi ekonomi.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, Ryan Bohl, seorang analis Timur Tengah dan Afrika Utara di perusahaan intelijen risiko RANE, mengatakan IMF perlu mempertimbangkan berbagai tekanan yang dihadapi para pembuat kebijakan di Mesir ketika mengajukan tuntutan kepada mereka.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
AS Bombardir Jembatan...
AS Bombardir Jembatan Bandar-e Khamir Iran, Korban Tewas Bertambah Jadi 7 Orang
Menteri Singapura Mendadak...
Menteri Singapura Mendadak Mundur usai Kontroversi Pesan Pribadi dengan Seorang Perempuan
Rekomendasi
Dosen UGM Kena Doxing...
Dosen UGM Kena Doxing usai Komentari Mutasi ASN Kementerian PU, Dody Hanggodo Bersumpah Tak Tahu
Menhut Raja Juli Irit...
Menhut Raja Juli Irit Bicara saat Dicecar Wartawan soal KPK, Hanya Ucapkan Terima Kasih
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Berita Terkini
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Infografis
1.525 Tentara Lapis...
1.525 Tentara Lapis Baja Israel Tuntut Diakhirinya Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved