Singapura Tekan Influencer agar Tidak Mendukung Perjuangan Rakyat Palestina
Sabtu, 24 Februari 2024 - 15:34 WIB
loading...
Baik Camira Asrori maupun Dahlia Mohd menceritakan pengalaman serupa saat diperiksa polisi terkait postingan media sosial mereka yang menyatakan dukungan terhadap Palestina. Foto/Sinar Daily
A
A
A
SINGAPURA - Pemerintah Singapura telah mendekati dua influencer media sosial dan “menasihati” mereka agar tidak melakukan aktivisme pro- Palestina . Demikian dilaporkan media lokal Singapura.
Camira Asrori, seorang fashion influencer, mengatakan dalam sebuah video yang diposting di media sosial awal bulan ini bahwa dia dihentikan di perbatasan ketika kembali dari Jepang. Dia diperingatkan tentang postingannya saat menghadiri protes pro-Palestina di negara tersebut.
Influencer media sosial Camira Asrori melalui TikTok dan Instagram pada 15 Februari merinci pengalamannya diinterogasi oleh pihak berwenang Singapura setelah dia memposting tentang menghadiri protes pro-Palestina di Jepang.
Video Camira memiliki sekitar 1,3 juta penayangan di Instagram dan 2 juta penayangan di TikTok.
Camira, 29, mengatakan pihak berwenang menghentikannya di Pos Pemeriksaan ketika dia dalam perjalanan kembali dari Kuala Lumpur.
Mereka meminta untuk melihat postingan media sosialnya tentang konflik Israel-Hamas.
Camira Asrori, seorang fashion influencer, mengatakan dalam sebuah video yang diposting di media sosial awal bulan ini bahwa dia dihentikan di perbatasan ketika kembali dari Jepang. Dia diperingatkan tentang postingannya saat menghadiri protes pro-Palestina di negara tersebut.
Influencer media sosial Camira Asrori melalui TikTok dan Instagram pada 15 Februari merinci pengalamannya diinterogasi oleh pihak berwenang Singapura setelah dia memposting tentang menghadiri protes pro-Palestina di Jepang.
Video Camira memiliki sekitar 1,3 juta penayangan di Instagram dan 2 juta penayangan di TikTok.
Camira, 29, mengatakan pihak berwenang menghentikannya di Pos Pemeriksaan ketika dia dalam perjalanan kembali dari Kuala Lumpur.
Mereka meminta untuk melihat postingan media sosialnya tentang konflik Israel-Hamas.
Lihat Juga :