Bocoran Laporan PBB Sebut Korut Belum Hentikan Program Nuklir

Sabtu, 04 Agustus 2018 - 15:36 WIB
Bocoran Laporan PBB...
Bocoran Laporan PBB Sebut Korut Belum Hentikan Program Nuklir
A A A
NEW YORK - Sebuah laporan PBB yang bocor ke media menyebutkan bahwa Korea Utara (Korut) sampai saat ini belum menghentikan program nuklir dan rudal mereka. Menurut laporan itu, tindakan Korut itu adalah pelanggaran terhadap resolusi PBB.

Laporan enam bulanan setebal 149 halaman itu dibuat oleh para ahli independen yang memantau pelaksanaan sanksi PBB. Laporan itu diketahui telah diserahkan ke komite sanksi Korut, semalam.

"Korut belum menghentikan program nuklir dan rudalnya dan terus menentang resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB melalui peningkatan besar-besaran pengiriman kapal ke kapal secara ilegal, serta melalui transfer batubara di laut selama 2018," bunyi laporan itu, seperti dilansir Reuters pada Sabtu (4/8).

Para ahli dalam laporannya mengatakan, pengalihan produk minyak yang tidak sah dari kapal ke kapal di perairan internasional telah meningkat dalam lingkup, skala dan kecanggihan. Mereka mengatakan teknik utama Korut adalah untuk mematikan sistem pelacakan kapal, tetapi mereka juga menyamarkan fisik kapal dan menggunakan kapal yang lebih kecil.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa Korut bekerja sama secara militer dengan Suriah dan telah berusaha menjual senjata ke kelompok pemberontak di Yaman, Houthi.

"Kerja sama militer terlarang dengan Suriah terus berlanjut," ungkapnya dan menyebutkan teknisi Korut telah mengunjungi Suriah pada pada tahun 2011, 2016 dan 2017, serta dan terlibat dalam program rudal balistik dan kegiatan terlarang lainya di Suriah.

"Pyongyang juga melanggar larangan tekstil dengan mengekspor lebih dari USD 100 juta barang antara Oktober 2017 dan Maret 2018 ke Cina, Ghana, India, Meksiko, Sri Lanka, Thailand, Turki dan Uruguay," sambungnya.

Sejauh ini Perwakilan Tetap Korut di PBB belum memberikan respon apapun mengenai laporan tersebut. Bila menilik kebelakang, Korut biasanya akan menolak dan mengecam laporan semacam ini.

Laporan itu sendiri muncul ketika Rusia dan China menyarankan DK PBB membahas pengurangan sanksi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan pemimpin Kout, Kim Jong Un bertemu untuk pertama kalinya pada Juni lalu, di mana dalam pertemuan itu Jong-un berjanji untuk melakukan denuklirisasi secara penuh.
(esn)
Berita Terkait
Kowani Hadiri Sidang...
Kowani Hadiri Sidang CSW ke-67 di Markas PBB
4 Tugas Berat Sekjen...
4 Tugas Berat Sekjen PBB, dari CEO hingga Penjaga Perdamaian
5 Syarat Menjadi Sekjen...
5 Syarat Menjadi Sekjen PBB, Salah Satunya Memiliki Jaringan dan Pergaulan Internasional
Siapa Saja Sekjen PBB...
Siapa Saja Sekjen PBB dari Masa ke Masa? 2 Orang Berasal dari Asia
Dinilai Sudah Tak Berfungsi,...
Dinilai Sudah Tak Berfungsi, Sekjen PBB Serukan Reformasi Lembaga Multilateral Dunia
Belum Bayar Iuran PBB,...
Belum Bayar Iuran PBB, Iran Terancam Kehilangan Hak Suara
Berita Terkini
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
1 jam yang lalu
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
1 jam yang lalu
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
1 jam yang lalu
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
2 jam yang lalu
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
2 jam yang lalu
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan...
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan Pengembangan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved