NATO: Ukraina Bisa Kerahkan F-16 untuk Serang Wilayah Rusia

Sabtu, 24 Februari 2024 - 08:45 WIB
loading...
NATO: Ukraina Bisa Kerahkan...
Jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Amerika Serikat bermanuver di udara. Foto/REUTERS
A A A
BRUSSEL - Ukraina akan bebas menggunakan jet tempur F-16 yang mereka terima dari NATO untuk menyerang sasaran militer 'di dalam Rusia', atau di luar perbatasan yang diklaim Kiev.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menegaskan hal itu kepada media pemerintah Amerika Serikat (AS).

Stoltenberg berbicara kepada RFE/RL untuk wawancara yang dijadwalkan disiarkan pada Jumat (23/2/2024).

Menurut cuplikan yang dirilis sebelumnya, pemimpin NATO tersebut berpendapat, “Ukraina memiliki hak untuk membela diri terhadap agresi Rusia, yang mencakup menyerang sasaran militer Rusia yang sah di luar Ukraina.”

Mengenai kapan pemerintah di Kiev mungkin benar-benar menerima jet tempur yang dijanjikan, Stoltenberg tidak bersedia mengatakannya.

“Setiap anggota NATO yang berjanji mengirimkan F-16 memiliki kebijakan berbeda dan akan memutuskan sendiri,” ujar dia.

Meskipun beberapa pendukung Ukraina menginginkan jet-jet tersebut beraksi sesegera mungkin, dampaknya akan lebih besar jika pilotnya terlatih dengan baik dan terdapat cukup awak pemeliharaan dan pendukung, menurut Stoltenberg.

“Jadi, saya pikir kita harus mendengarkan para ahli militer kapan tepatnya kita siap atau kapan sekutu siap mulai mengirim dan mengirimkan F-16. Lebih cepat lebih baik," ungkap dia.

Baca juga: Tikus Menyerang dan Merusak Persenjataan Barat di Ukraina

Ukraina telah lama menuntut F-16 sebagai cara memerangi superioritas udara Rusia. Denmark dan Belanda sama-sama berjanji menyumbangkan sebagian jet mereka, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebutkan jumlah totalnya adalah 42.

Pilot Ukraina pertama yang menjalani pelatihan di Barat menyelesaikan kelas mereka di Inggris pada bulan Desember.

Desain jet buatan Amerika ini berarti pesawat tersebut mungkin mengalami kesulitan untuk beroperasi di landasan pacu Ukraina, sehingga memicu spekulasi pesawat tersebut mungkin akan diterbangkan dari Polandia, Rumania, atau negara-negara Baltik.

Rusia telah berulang kali memperingatkan pengerahan semacam itu akan meningkatkan konflik dan bahkan mungkin menimbulkan risiko perang nuklir, karena F-16 mampu mengirimkan bom gravitasi B61.

“Jadi, jika salah satu pesawat tersebut lepas landas dari negara NATO, apa yang akan terjadi? Serangan terhadap Rusia. Saya tidak akan menjelaskan apa yang mungkin terjadi selanjutnya,” ujar Dmitry Medvedev, mantan presiden Rusia dan wakil kepala Dewan Keamanan Nasional Rusia, dalam wawancara pada Kamis.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay Umumkan Hari Libur Nasional
Rekomendasi
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Berita Terkini
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved