Tabrak Mati 4 Muslim Sekeluarga, Teroris Ini Dihukum Penjara Seumur Hidup

Jum'at, 23 Februari 2024 - 13:56 WIB
loading...
Tabrak Mati 4 Muslim...
Nathaniel Veltman, teroris yang dihukum penjara seumur hidup karena menabrak mati empat orang sekeluarga Muslim di Kanada. Foto/GlobalNews
A A A
OTTAWA - Seorang pria penganut supremasi kulit putih di Kanada dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Kamis. Dia dinyatakan bersalah melakukan aksi terorisme setelah menabrak mati empat orang sekeluarga Muslim dengan truk.

Nathaniel Veltman (23), pada November lalu, dinyatakan bersalah atas empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama atau pembunuhan berencana, dan satu tuduhan percobaan pembunuhan.

Korban aksi terorismenya adalah tiga generasi keluarga Afzaal, yang mengakibatkan seorang anak laki-laki menjadi yatim piatu.

Veltman mengakui telah menabrak keluarga Muslim itu dengan truk pick-up miliknya pada Juni 2021 di London, Ontario.

Baca Juga: Teroris yang Tabrak Mati Keluarga Muslim Tertawa saat Keluar dari Truk

Jaksa berpendapat bahwa Veltman berniat mengintimidasi dan meneror keluarga Muslim tersebut.

Sementara pengacara terdakwa, Christopher Hicks, berpendapat bahwa Veltman mengalami degradasi mental. Namun itu bukan gangguan jiwa.

Hicks juga menyatakan bahwa kliennya berada dalam "keadaan kebingungan ekstrem" setelah mengonsumsi jamur hallucinogenic psilocybin akhir pekan itu.

"Veltman telah merencanakan pembunuhan besar-besaran selama berbulan-bulan dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan dia bisa membunuh sebanyak mungkin muslim dengan cara brutal ini," kata Hakim Renee Pomerance dari Mahkamah Agung Ontario, seperti dikutip AFP, Jumat (23/2/2024).

Mengutip pernyataan Veltman kepada polisi, Hakim Pomerance berkata: "Dia ingin mengintimidasi komunitas Muslim. Dia ingin mengikuti jejak pembunuh massal lainnya, dan dia ingin menginspirasi orang lain untuk melakukan tindakan pembunuhan."

"Saya memutuskan bahwa tindakan terdakwa merupakan aktivitas teroris," pungkasnya.

Di luar gedung pengadilan, keluarga besar Afzaal mengungkapkan kesedihan mereka yang mendalam, menggambarkan perasaan "kehilangan" dan "luka yang mendalam".

"Putusan ini tidak akan mengembalikan apa yang hilang. Putusan ini tidak akan memperbaiki kehidupan, identitas, dan keamanan kami yang hancur," kata kerabat korban, Tabina Bukhari.

"Sebutan terorisme mengakui kebencian yang memicu tindakan ini, keburukan yang merenggut nyawa Talat, Salman, Madiha, dan Yumnah," ujarnya.

Hicks mengatakan kepada wartawan bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas vonis hakim.

Selama persidangan yang berlangsung hampir 10 minggu, Veltman diketahui telah menulis "manifesto teroris" yang ditemukan di komputernya.

Manifesto tersebut berisi dukungan terhadap nasionalisme kulit putih dan kebenciannya terhadap Muslim.

Hakim juga mencatat bahwa Veltman mengenakan "perlengkapan tempur" termasuk helm dan rompi antipeluru selama serangan tersebut.

Veltman berpapasan dengan keluarga Afzaal di jalanan London pada Minggu malam yang hangat. Dia kemudian memutarbalikkan truk barunya yang memiliki pelindung grill yang berat, melompati trotoar, dan menabrak para korban.

Akibat aksinya terorisnya, Salman Afzaal (46), istrinya Madiha Salman (44), putri mereka Yumnah (15), dan nenek mereka Talat Afzaal (74) meninggal dunia. Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun yang menjadi yatim piatu akibat kecelakaan itu menderita luka serius.

Pembunuhan tersebut merupakan serangan anti-Muslim paling mematikan di Kanada sejak penembakan di sebuah masjid di Quebec City pada tahun 2017 yang menewaskan enam orang. Pelaku penembakan itu tidak dituduh melakukan terorisme.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Provinsi Kaya Minyak...
Provinsi Kaya Minyak di Kanada Ini Gelar Referendum untuk Cerai dari Kanada, Ini Alasan Utamanya
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Infografis
Ada Vladimir Putin,...
Ada Vladimir Putin, Berikut 4 Presiden Seumur Hidup di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved