Tabrak Mati 4 Muslim Sekeluarga, Teroris Ini Dihukum Penjara Seumur Hidup
Jum'at, 23 Februari 2024 - 13:56 WIB
loading...
A
A
A
Hicks mengatakan kepada wartawan bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas vonis hakim.
Selama persidangan yang berlangsung hampir 10 minggu, Veltman diketahui telah menulis "manifesto teroris" yang ditemukan di komputernya.
Manifesto tersebut berisi dukungan terhadap nasionalisme kulit putih dan kebenciannya terhadap Muslim.
Hakim juga mencatat bahwa Veltman mengenakan "perlengkapan tempur" termasuk helm dan rompi antipeluru selama serangan tersebut.
Veltman berpapasan dengan keluarga Afzaal di jalanan London pada Minggu malam yang hangat. Dia kemudian memutarbalikkan truk barunya yang memiliki pelindung grill yang berat, melompati trotoar, dan menabrak para korban.
Akibat aksinya terorisnya, Salman Afzaal (46), istrinya Madiha Salman (44), putri mereka Yumnah (15), dan nenek mereka Talat Afzaal (74) meninggal dunia. Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun yang menjadi yatim piatu akibat kecelakaan itu menderita luka serius.
Pembunuhan tersebut merupakan serangan anti-Muslim paling mematikan di Kanada sejak penembakan di sebuah masjid di Quebec City pada tahun 2017 yang menewaskan enam orang. Pelaku penembakan itu tidak dituduh melakukan terorisme.
Selama persidangan yang berlangsung hampir 10 minggu, Veltman diketahui telah menulis "manifesto teroris" yang ditemukan di komputernya.
Manifesto tersebut berisi dukungan terhadap nasionalisme kulit putih dan kebenciannya terhadap Muslim.
Hakim juga mencatat bahwa Veltman mengenakan "perlengkapan tempur" termasuk helm dan rompi antipeluru selama serangan tersebut.
Veltman berpapasan dengan keluarga Afzaal di jalanan London pada Minggu malam yang hangat. Dia kemudian memutarbalikkan truk barunya yang memiliki pelindung grill yang berat, melompati trotoar, dan menabrak para korban.
Akibat aksinya terorisnya, Salman Afzaal (46), istrinya Madiha Salman (44), putri mereka Yumnah (15), dan nenek mereka Talat Afzaal (74) meninggal dunia. Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun yang menjadi yatim piatu akibat kecelakaan itu menderita luka serius.
Pembunuhan tersebut merupakan serangan anti-Muslim paling mematikan di Kanada sejak penembakan di sebuah masjid di Quebec City pada tahun 2017 yang menewaskan enam orang. Pelaku penembakan itu tidak dituduh melakukan terorisme.
(mas)
Lihat Juga :