Tabrak Mati 4 Muslim Sekeluarga, Teroris Ini Dihukum Penjara Seumur Hidup
Jum'at, 23 Februari 2024 - 13:56 WIB
loading...
A
A
A
Hicks juga menyatakan bahwa kliennya berada dalam "keadaan kebingungan ekstrem" setelah mengonsumsi jamur hallucinogenic psilocybin akhir pekan itu.
"Veltman telah merencanakan pembunuhan besar-besaran selama berbulan-bulan dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan dia bisa membunuh sebanyak mungkin muslim dengan cara brutal ini," kata Hakim Renee Pomerance dari Mahkamah Agung Ontario, seperti dikutip AFP, Jumat (23/2/2024).
Mengutip pernyataan Veltman kepada polisi, Hakim Pomerance berkata: "Dia ingin mengintimidasi komunitas Muslim. Dia ingin mengikuti jejak pembunuh massal lainnya, dan dia ingin menginspirasi orang lain untuk melakukan tindakan pembunuhan."
"Saya memutuskan bahwa tindakan terdakwa merupakan aktivitas teroris," pungkasnya.
Di luar gedung pengadilan, keluarga besar Afzaal mengungkapkan kesedihan mereka yang mendalam, menggambarkan perasaan "kehilangan" dan "luka yang mendalam".
"Putusan ini tidak akan mengembalikan apa yang hilang. Putusan ini tidak akan memperbaiki kehidupan, identitas, dan keamanan kami yang hancur," kata kerabat korban, Tabina Bukhari.
"Sebutan terorisme mengakui kebencian yang memicu tindakan ini, keburukan yang merenggut nyawa Talat, Salman, Madiha, dan Yumnah," ujarnya.
"Veltman telah merencanakan pembunuhan besar-besaran selama berbulan-bulan dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan dia bisa membunuh sebanyak mungkin muslim dengan cara brutal ini," kata Hakim Renee Pomerance dari Mahkamah Agung Ontario, seperti dikutip AFP, Jumat (23/2/2024).
Mengutip pernyataan Veltman kepada polisi, Hakim Pomerance berkata: "Dia ingin mengintimidasi komunitas Muslim. Dia ingin mengikuti jejak pembunuh massal lainnya, dan dia ingin menginspirasi orang lain untuk melakukan tindakan pembunuhan."
"Saya memutuskan bahwa tindakan terdakwa merupakan aktivitas teroris," pungkasnya.
Di luar gedung pengadilan, keluarga besar Afzaal mengungkapkan kesedihan mereka yang mendalam, menggambarkan perasaan "kehilangan" dan "luka yang mendalam".
"Putusan ini tidak akan mengembalikan apa yang hilang. Putusan ini tidak akan memperbaiki kehidupan, identitas, dan keamanan kami yang hancur," kata kerabat korban, Tabina Bukhari.
"Sebutan terorisme mengakui kebencian yang memicu tindakan ini, keburukan yang merenggut nyawa Talat, Salman, Madiha, dan Yumnah," ujarnya.
Lihat Juga :