Presenter AS Menahan Air Mata setelah Terima Hadiah dari Seorang Anak di Gaza

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:15 WIB
loading...
Presenter AS Menahan...
Presenter MSNBC Joy Reid (kiri) mendengarkan kesaksian ahli bedah Amerika Serikat (AS) Irfan Galaria (kanan). Foto/X
A A A
WASHINGTON - Presenter MSNBC Joy Reid menahan tangisnya saat mendengarkan kesaksian ahli bedah Amerika Serikat (AS) Irfan Galaria, yang baru saja kembali dari Jalur Gaza.

Galaria menceritakan rincian dan kengerian tragedi yang dialami warga Palestina akibat kejahatan Israel.

Galaria menyoroti penderitaan warga Palestina di Jalur Gaza dalam wawancaranya di acara ReidOut, dan mengatakan apa yang dia dan timnya alami di Jalur Gaza adalah “krisis kemanusiaan yang luar biasa”.



Dia menekankan, “Hampir satu juta warga sipil yang mengungsi berjuang mendapatkan tempat tinggal, berjuang mendapatkan makanan, berjuang mendapatkan air. Sungguh pemandangan yang luar biasa untuk dialami.”

Dokter tersebut juga berbicara tentang situasi tragis rumah sakit di Jalur Gaza dan mengatakan dia dan timnya berada di rumah sakit yang dirancang untuk merawat 300 pasien, namun rumah sakit tersebut terisi oleh 1.000 pasien, dengan sebagian besar pasien menerima perawatan luka mereka di koridor rumah sakit tersebut.

Dia menyoroti penderitaan para staf rumah sakit, dengan mengatakan mereka menderita kelelahan parah, kelaparan dan kekurangan peralatan paling dasar.

Karena situasi tersebut, Galleria “benar-benar tidur di lantai ruang tunggu ruang operasi, karena tidak ada tempat lain untuk saya tinggal.”

Di akhir wawancaranya, Galaria mengatakan dia telah menerima hadiah dari seorang anak di Gaza, dan berkata, “Saya ingin segera memberi Anda hadiah kecil. Ini adalah batu dari pantai Mediterania yang diberikan seorang anak kepada saya pada hari terakhir saya. Tertulis dalam bahasa Arab, tertulis, 'Dari Gaza, dengan cinta, meski menderita,' dan atas nama anak-anak Palestina, saya ingin mempersembahkan ini kepada Anda.”

Reid menjawab, “Saya tidak layak memilikinya. Saya berterima kasih banyak, saya berusaha untuk tidak menangis di TV. Terima kasih, Tuhan memberkati Anda. Saya sangat menghargainya, itu sangat berarti bagi saya. Saya akan menyimpannya sebagai suatu kehormatan selamanya. Terima kasih."

Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah melancarkan perang genosida yang menghancurkan di Jalur Gaza, membunuh hampir 30.000 warga Palestina.

Kebanyakan korban tewas adalah anak-anak dan perempuan, menurut data Palestina dan PBB.

Baca juga: 3 Pemuda Palestina Serang Yerusalem Utara, 1 Orang Tewas
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Dramatis, Korban Gempa...
Dramatis, Korban Gempa Venezuela Dievakuasi Hidup-hidup Setelah 8 Hari Tertimbun
Terungkap! Motif Pria...
Terungkap! Motif Pria Tabrakkan Pesawat ke Gedung di China Diduga Bunuh Diri
Rekomendasi
Warga Pertanyakan Perubahan...
Warga Pertanyakan Perubahan Aliran Kali Cikokol dan Luas Taman Potret
UI Tegaskan Kajian BEM...
UI Tegaskan Kajian BEM Psikologi soal LGBT Bukan Sikap Resmi Kampus
Daftar Tim Lolos 16...
Daftar Tim Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Infografis
Perangkat Mata-mata...
Perangkat Mata-mata Israel Ditemukan Tersembunyi di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved