Tentara Israel Tembaki Warga Palestina yang Mengantre Makanan
Senin, 19 Februari 2024 - 17:17 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Sabtu, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan bahwa kemajuan menuju negosiasi gencatan senjata melambat ketika Israel bersiap untuk melakukan invasi ke Rafah.
“Pola yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak terlalu menjanjikan tetapi… kami akan selalu tetap optimis dan akan terus berusaha,” kata Al Thani, yang juga Menteri Luar Negeri Qatar, pada Konferensi Keamanan Munich.
Menteri kabinet perang Israel Benny Gantz pada Minggu malam memperingatkan bahwa jika tawanan yang ditahan di Gaza tidak dibebaskan dalam beberapa minggu ke depan, Israel akan memperluas serangannya di Gaza selatan dan mendorong serangan ke wilayah yang lebih luas.
Israel juga menolak usulan gencatan senjata tiga tahap yang diajukan kelompok Hamas yang memungkinkan pembebasan para tawanan.
“Dunia harus tahu, dan para pemimpin Hamas harus tahu – jika pada bulan Ramadhan para sandera kita tidak ada di rumah, pertempuran akan berlanjut di mana-mana, termasuk wilayah Rafah,” kata Gantz, pensiunan kepala staf militer, pada konferensi para pemimpin Yahudi Amerika di Israel. Yerusalem pada hari Minggu.
“Hamas punya pilihan. Mereka bisa menyerah, melepaskan sandera dan warga sipil Gaza bisa merayakan hari raya Ramadhan,” tambah Gantz, anggota kabinet perang yang beranggotakan tiga orang.
“Pola yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak terlalu menjanjikan tetapi… kami akan selalu tetap optimis dan akan terus berusaha,” kata Al Thani, yang juga Menteri Luar Negeri Qatar, pada Konferensi Keamanan Munich.
Menteri kabinet perang Israel Benny Gantz pada Minggu malam memperingatkan bahwa jika tawanan yang ditahan di Gaza tidak dibebaskan dalam beberapa minggu ke depan, Israel akan memperluas serangannya di Gaza selatan dan mendorong serangan ke wilayah yang lebih luas.
Israel juga menolak usulan gencatan senjata tiga tahap yang diajukan kelompok Hamas yang memungkinkan pembebasan para tawanan.
“Dunia harus tahu, dan para pemimpin Hamas harus tahu – jika pada bulan Ramadhan para sandera kita tidak ada di rumah, pertempuran akan berlanjut di mana-mana, termasuk wilayah Rafah,” kata Gantz, pensiunan kepala staf militer, pada konferensi para pemimpin Yahudi Amerika di Israel. Yerusalem pada hari Minggu.
“Hamas punya pilihan. Mereka bisa menyerah, melepaskan sandera dan warga sipil Gaza bisa merayakan hari raya Ramadhan,” tambah Gantz, anggota kabinet perang yang beranggotakan tiga orang.
(ahm)
Lihat Juga :