Wanita Hamil Tua di India Diduga Diperkosa Beramai-ramai lalu Dibakar Hidup-hidup

Senin, 19 Februari 2024 - 13:04 WIB
loading...
Wanita Hamil Tua di...
Seorang wanita hamil di India diduga diperkosa beramai-ramai kemudian dibakar hidup-hidup. Foto/Ilustrasi SINDOnews.com
A A A
NEW DELHI - Seorang wanita yang sedang hamil tua dirawat di sebuah rumah sakit di India setelah diduga diperkosa beramai-ramai dan kemudian dibakar hidup-hidup.

Kasus ini terjadi di Morena, Madhya Pradesh. Menurut polisi, korban pergi untuk menyelesaikan kasus pemerkosaan suaminya yang diajukan oleh wanita lain, namun kemudian diduga diperkosa beramai-ramai dan dibakar oleh pelapor dan anggota keluarganya.

Korban telah dibawa ke rumah sakit di Gwalior dalam kondisi serius karena menderita luka bakar hampir 80 persen.

Polisi telah mendaftarkan sebuah kasus dan sedang menyelidiki masalah tersebut.

Baca Juga: Polisi Israel Ini Perkosa Wanita dengan Todongkan Senjata

Kasus ini terungkap ketika video korban yang direkam oleh suaminya di dalam ambulans menjadi viral di platform media sosial pada hari Sabtu pekan lalu.

"Dalam pernyataan yang didaftarkan ke polisi, korban mengatakan dia pergi ke desa Chandpur pada Jumat sore untuk membicarakan penyelesaian kasus pemerkosaan yang diajukan terhadap suaminya. Tapi tiga pria memerkosanya secara beramai-ramai," kata Inspektur Polisi Kota Ambah, Alok Parihar, seperti dikutip dari Hindustan Times, Senin (19/2/2024).

“Dalam keterangan yang diberikan kepada suaminya di dalam ambulans, perempuan tersebut mengatakan bahwa dia diperkosa beramai-ramai oleh tiga orang," lanjut Parihar.

"Saat dia mencoba melarikan diri, wanita yang mengajukan kasus pemerkosaan terhadap suaminya, dan anggota keluarga lainnya menuangkan bensin ke tubuhnya dan membakarnya.”

Namun tuduhan tersebut dibantah oleh para terduga pelaku.

“Dia memberikan tekanan agar mencabut pengaduan dan kemudian membakar dirinya sendiri,” kata salah satu anggota keluarga terduga pelaku.

Pada bulan Januari, sebuah kasus pemerkosaan didaftarkan terhadap suami perempuan tersebut. Dia dikirim ke penjara dan baru-baru ini dibebaskan dengan jaminan.

Dokter mengatakan kondisi korban kritis. “Dia sedang hamil 8 bulan. Anaknya meninggal dalam kandungan,” imbuh Parihar.

Polisi mendaftarkan Laporan Informasi Pertama (FIR) terhadap enam orang berdasarkan pasal 376 (d) (pemerkosaan massal), 354 (pelecehan seksual) dan 307 (percobaan pembunuhan) Undang-Undang Pidana.

Polisi sedang menyelidiki masalah ini karena dugaan pemerkosaan beramai-ramai atau gangrape belum dapat dikonfirmasi oleh dokter. Sejauh ini belum ada penangkapan yang dilakukan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
Di Ambang Perang, India...
Di Ambang Perang, India Borong 26 Jet Tempur Rafale
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved