Kapal Perang Besar Rusia yang Diserang Drone Ukraina Kini Tenggelam

Kamis, 15 Februari 2024 - 07:16 WIB
loading...
Kapal Perang Besar Rusia...
Tsezar Kunikov, kapal perang pendarat besar Rusia tenggelam di Laut Hitam usai diserang drone Angkatan Laut Ukraina. Foto/UNPIXS via Telegraph
A A A
KYIV - Serangan drone Angkatan Laut Ukraina telah menenggelamkan kapal perang pendarat besar Rusia di lepas pantai Crimea, Laut Hitam, pada Rabu.

Badan mata-mata militer dan angkatan bersenjata Kyiv mengatakan serangan drone berhasil menembus sisi kiri kapal musuh dan menyebabkannya tenggelam.

Belum ada komentar langsung dari Rusia, yang sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya telah menghancurkan enam drone di Laut Hitam. Kremlin menolak berkomentar.

“Angkatan Bersenjata Ukraina, bersama dengan unit intelijen Kementerian Pertahanan, menghancurkan kapal pendarat besar Tsezar Kunikov. Saat serangan terjadi, kapal tersebut berada di perairan teritorial Ukraina dekat Alupka,” kata militer Kyiv melalui pesan Telegram, seperti dikutip Reuters, Kamis (15/2/2024).

Baca Juga: Kapal Canggih Rusia di Laut Hitam Dihancurkan Drone Laut Ukraina

Kota resor Laut Hitam Alupka terletak tidak jauh dari Yalta di tepi selatan Crimea, yang direbut dan dianeksasi pasukan Rusia dari Ukraina pada tahun 2014.

Badan intelijen militer Ukraina, GUR, mengatakan kapal perang tersebut tampaknya membawa muatan ketika tenggelam dan, sebelum serangan itu, kapal tersebut telah menghabiskan sekitar 10 hari di tempat pemuatan yang digunakan oleh militer Rusia.

GUR menerbitkan rekaman kasar di Telegram yang dimaksudkan untuk menunjukkan beberapa drone Angkatan Laut mendekati sebuah kapal besar di malam hari dan setidaknya satu ledakan besar.

Klaim bahwa kapal dalam video tersebut sebagai Tsezar Kunikov belum dapat diverifikasi secara independen. Lokasi dan tanggal pengambilan gambar juga tidak dapat diverifikasi.

Beberapa rekaman di bagian akhir tampak menunjukkan kerusakan besar dengan kapal yang miring ke satu sisi.

“Singkatnya, Tsezar Kunikov mengalami kerusakan kritis di sisi kiri kapal dan mulai tenggelam,” kata GUR dalam sebuah pernyataan.

Kapal perang tipe Project 775 tersebut adalah salah satu kapal terbaru Rusia. Menurut GUR, kapal itu memiliki 87 awak dan ikut serta dalam perang di Georgia, Suriah dan Ukraina.

Media Ukraina juga menerbitkan beberapa video yang menunjukkan kepulan asap membubung di atas laut lepas pantai selatan Crimea dengan helikopter terbang di atasnya.

Ukraina telah menggunakan drone Angkatan Laut yang berisi bahan peledak untuk menyerang kapal perang Rusia dalam upaya mengusir mereka dari wilayah Laut Hitam. Upaya itu memungkinkan bagi Kyiv untuk membuka koridor pelayaran di sepanjang rute ekspor utama mereka.

Ukraina tidak memiliki kapal Angkatan Laut besar yang tersisa dan sengaja menenggelamkan kapal perangnya sendiri pada awal invasi besar-besaran Rusia untuk mencegah kapal tersebut jatuh ke tangan Rusia.

Drone Angkatan Laut yang baru dikembangkan sangat penting bagi Ukraina ketika negara itu mencoba mempersempit kesenjangan besar dalam kemampuan Angkatan Laut-nya dengan Rusia yang memiliki Armada Laut Hitam yang kuat yang sedang coba diruntuhkan oleh Kyiv.

Seorang pejabat senior keamanan Ukraina mengatakan pada bulan Desember bahwa mereka telah menghancurkan 20 persen Armada Laut Hitam Rusia. Juru bicara Angkatan Laut Ukraina Dmytro Pletenchuk mengatakan Rusia memiliki lima kapal pendarat besar yang tersisa di Laut Hitam.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved