Selandia Baru Lacak Sumber Penyebaran Baru Covid-19

loading...
Selandia Baru Lacak Sumber Penyebaran Baru Covid-19
Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Ashley Bloomfield menuturkan, pihaknya tengah melakukan pelacakan untuk menemukan sumber penyebaran baru Covid-19. Foto/REUTERS
A+ A-
WELLINGTON - Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Ashley Bloomfield menuturkan, pihaknya tengah melakukan pelacakan untuk menemukan sumber penyebaran baru Covid-19. Langkah ini diambil setelah munculnya 14 kasus baru infeksi Covid-19 di Auckland, yang mengakhiri catatan 102 hari berturut-turut tanpa kasus infeksi lokal.

Kasus baru pertama dideteksi berasal dari empat orang yang berasal dari satu keluarga, sebelum akhirnya otoritas setempat menemukan adanya 10 orang lain yang dinyatakan positif Covid-19. Keluarga tersebut diketahui tidak memiliki rekam jejak bahwa mereka telah melakukan perjalanan keluar kota atau negeri baru-baru ini.

"Kami bekerja keras untuk melakukan pelacakan kontak yang perlu kami lakukan dan melacak kembali untuk mengetahui apa sumber infeksi ini," kata Bloomfield, seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis (13/8/2020). (Baca juga: Muncul Kasus Covid-19 Baru, Selandia Baru Lockdown Auckland)

Bloomfield meningkatkan kemungkinan bahwa virus telah tiba di Selandia Baru melalui pengiriman. Ini mengingat salah satu dari empat anggota keluarga yang terinfeksi bekerja di toko dingin yang mengambil barang-barang beku impor dari luar negeri.



Beberapa ahli kesehatan lokal terkemuka menyarankan kemungkinan besar virus itu telah menyebar diam-diam di Auckland selama berminggu-minggu, berpotensi menginfeksi puluhan orang.

Bloomfield mengatakan, hampir pasti lebih banyak kasus akan muncul dan tim petugas kesehatan berlomba untuk menemukan asal klaster baru tersebut. (Baca juga: Hindari Hoaks Covid-19 dengan Validasi Data)

“Kami ingin mengetahui seberapa besar itu secepat mungkin, jadi kami sudah menguji semua kontak dekat, kontak biasa, tempat kerja, terkait keluarga. Inilah yang ingin kami lakukan secepat mungkin untuk mengetahui seberapa luas wabah itu dan siapa kasus pertama yang mungkin terjadi," ucapnya.



(esn)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top