Wali Kota Rafah: Invasi Darat Israel ke Perbatasan Mesir Akan Mengakibatkan Pertumpahan Darah

Sabtu, 10 Februari 2024 - 19:09 WIB
loading...
Wali Kota Rafah: Invasi...
Invasi darat Israel ke Rafah akan menimbulkan pertumpahan darah. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Invasi darat tentara Zionis ke Rafah, kota Gaza yang berbatasan dengan Mesir, hanya akan mengakibatkan pertumpahan darah baik di kubu Palestina atau pun Israel.

Ahmed al-Sufi, walikota Rafah, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa “setiap aksi militer di kota yang dihuni lebih dari 1,4 juta warga Palestina akan menyebabkan pembantaian dan pertumpahan darah”.

Apalagi, negara zionis itu juga sudah memerintahkan pengungsi Palestina untuk mengungsi.

“Kami mengimbau komunitas internasional dan setiap hati nurani yang hidup untuk menghentikan genosida terhadap rakyat Palestina,” kata al-Sufi.

Dia melanjutkan, kota ini menghadapi kelaparan karena kurangnya pasokan, dan bantuan yang masuk melalui penyeberangan Rafah hanya cukup untuk 10 persen penduduk kota.

Sementara itu, pesawat-pesawat tempur Israel telah mengebom sebuah mobil di sebelah barat kota Rafah, yang menyebabkan terbunuhnya tiga orang.

Ketiga pria tersebut semuanya anggota departemen kepolisian Rafah dan dibunuh di daerah Tel al-Sultan di kota selatan.

Baca Juga: Israel Gunakan AI Baru dalam Perang Melawan Hamas, Bagaimana Kecanggihannya?

Ahmed al-Yaqoubi, direktur investigasi di Rafah, wakilnya Ayman al-Rantisi, dan Ibrahim Shtat, kepala departemen investigasi perbekalan, disebutkan sebagai korban.

Sebelumnya, pasukan Israel pada hari Jumat bersiap untuk melakukan serangan darat terhadap Hamas di kota Rafah di Gaza selatan, di mana ratusan ribu orang yang mengungsi akibat kekerasan di utara terjebak dalam kondisi yang menyedihkan.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan militer telah diberitahu untuk membuat rencana mengevakuasi warga sipil, namun badan-badan bantuan memperingatkan bahwa serangan militer di daerah padat penduduk dapat mengakibatkan kematian sejumlah besar orang tak bersalah.

“Ada rasa cemas yang semakin besar, kepanikan yang semakin besar di Rafah karena pada dasarnya masyarakat tidak tahu ke mana harus pergi,” kata Philippe Lazzarini, kepala badan pengungsi Palestina, UNRWA.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Kamis bahwa tanggapan Israel terhadap serangan militan Hamas pada 7 Oktober adalah “berlebihan” dan Washington mengatakan pihaknya tidak akan mendukung operasi militer apa pun yang dilakukan di Rafah tanpa mempertimbangkan kepentingan warga sipil.

Lebih dari satu juta orang yang mengungsi ke arah selatan akibat pemboman Israel selama empat bulan di Gaza berkumpul di Rafah dan daerah sekitarnya di perbatasan wilayah pesisir dengan Mesir, yang telah memperkuat perbatasan tersebut, karena takut akan terjadinya eksodus.

Netanyahu mengatakan empat batalyon Hamas berada di Rafah dan Israel tidak dapat mencapai tujuannya untuk melenyapkan pejuang Islam tersebut sementara mereka tetap berada di sana. "Warga sipil harus dievakuasi dari zona pertempuran," katanya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Baru Diangkat, Panglima...
Baru Diangkat, Panglima Militer Baru Hamas Tewas Diserang Israel
Siapa Yasser Abbas?...
Siapa Yasser Abbas? Putra Presiden Palestina yang Diprediksi Meneruskan Kepemimpinan Ayahnya
1,5 Juta Warga Palestina...
1,5 Juta Warga Palestina Berikan Suara untuk Pemilu Pertama sejak Perang Gaza
Hendak Berdoa Bersama...
Hendak Berdoa Bersama Trump, Tokoh Pro-Israel Dimaki-maki Aktivis HAM
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Invasi ke Suriah, Pasukan...
Invasi ke Suriah, Pasukan Israel Berjarak 30 Mil dari Damaskus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved