Departemen Kehakiman AS Sebut Biden Pria Tua dengan Ingatan Buruk
Jum'at, 09 Februari 2024 - 18:01 WIB
loading...
A
A
A
“Laporan hari ini dari Robert Hur memberi tahu kita dua hal: Ada standar ganda keadilan di negara ini, dan Joe Biden tidak cocok untuk menjabat,” tegas Ketua Komite Kehakiman DPR AS Jim Jordan dalam postingan di X.
Baca juga: Kekuatan Militer China, Rusia dan Iran jika Berkoalisi, Ancam Hegemoni AS
Senator JD Vance, anggota Partai Republik di Ohio, bereaksi serupa dengan mengatakan, “Sistem peradilan pidana kita hanyalah sebuah lelucon.”
Investigasi Hur berkaitan dengan penemuan dokumen rahasia yang disimpan Biden setelah menyelesaikan masa jabatan keduanya sebagai wakil presiden pada tahun 2017 dan disimpan di beberapa lokasi, termasuk dua rumah dan kantornya di lembaga think tank Penn Biden Center di Washington.
Dokumen tersebut mencakup informasi rahasia mengenai pendudukan AS di Afghanistan.
“Tindakan Biden menimbulkan risiko serius terhadap keamanan nasional, mengingat kerentanan informasi sensitif terhadap kerugian atau kompromi dari musuh Amerika,” tulis Hur dalam laporannya.
“Dokumen-dokumen yang salah penanganan tersebut mencakup informasi yang melibatkan sumber dan metode intelijen yang sensitif,” papar dia, namun mengajukan tuntutan pidana “bukanlah solusi yang tepat” untuk mengatasi pelanggaran keamanan yang dilakukan Biden.
Baca juga: Kekuatan Militer China, Rusia dan Iran jika Berkoalisi, Ancam Hegemoni AS
Senator JD Vance, anggota Partai Republik di Ohio, bereaksi serupa dengan mengatakan, “Sistem peradilan pidana kita hanyalah sebuah lelucon.”
Investigasi Hur berkaitan dengan penemuan dokumen rahasia yang disimpan Biden setelah menyelesaikan masa jabatan keduanya sebagai wakil presiden pada tahun 2017 dan disimpan di beberapa lokasi, termasuk dua rumah dan kantornya di lembaga think tank Penn Biden Center di Washington.
Dokumen tersebut mencakup informasi rahasia mengenai pendudukan AS di Afghanistan.
“Tindakan Biden menimbulkan risiko serius terhadap keamanan nasional, mengingat kerentanan informasi sensitif terhadap kerugian atau kompromi dari musuh Amerika,” tulis Hur dalam laporannya.
“Dokumen-dokumen yang salah penanganan tersebut mencakup informasi yang melibatkan sumber dan metode intelijen yang sensitif,” papar dia, namun mengajukan tuntutan pidana “bukanlah solusi yang tepat” untuk mengatasi pelanggaran keamanan yang dilakukan Biden.
Lihat Juga :