AS Akui Israel Membunuh Terlalu Banyak Warga Sipil Gaza
Jum'at, 09 Februari 2024 - 09:28 WIB
loading...
Amerika Serikat mengakui bahwa Israel sudah membunuh terlalu banyak warga sipil dalam perangnya melawan Hamas di Gaza, Palestina. Foto/REUTERS
A
A
A
TEL AVIV - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengakui bahwa Israel sudah membunuh terlalu banyak warga sipil dalam perangnya melawan Hamas di Gaza, Palestina.
Pengakuan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken dalam konferensi pers di Tel Aviv—sebuah kritik langka Washington terhadap sekutu utamanya.
Kritik itu muncul ketika jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa dukungan tradisional Arab-Amerika terhadap calon presiden (capres) dari Partai Demokrat merosot, seiring negara tersebut memasuki musim seleksi dan pemilu. Kandidat terunggul dari Partai Republik, Donald Trump, secara konsisten unggul dalam jajak pendapat dibandingkan Presiden Joe Biden.
“Orang Israel mengalami dehumanisasi dengan cara yang paling mengerikan pada 7 Oktober,” kata Blinken. "Tetapi hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk tidak memanusiakan orang lain.”
Baca Juga: Komandannya Diserang, Hizbullah Tembakkan 30 Roket ke Israel
“Mayoritas penduduk Gaza tidak ada hubungannya dengan serangan tersebut,” lanjut diplomat Amerika tersebut, seperti dikutip dari Times of Israel, Jumat (9/2/2024).
Pengakuan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken dalam konferensi pers di Tel Aviv—sebuah kritik langka Washington terhadap sekutu utamanya.
Kritik itu muncul ketika jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa dukungan tradisional Arab-Amerika terhadap calon presiden (capres) dari Partai Demokrat merosot, seiring negara tersebut memasuki musim seleksi dan pemilu. Kandidat terunggul dari Partai Republik, Donald Trump, secara konsisten unggul dalam jajak pendapat dibandingkan Presiden Joe Biden.
“Orang Israel mengalami dehumanisasi dengan cara yang paling mengerikan pada 7 Oktober,” kata Blinken. "Tetapi hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk tidak memanusiakan orang lain.”
Baca Juga: Komandannya Diserang, Hizbullah Tembakkan 30 Roket ke Israel
“Mayoritas penduduk Gaza tidak ada hubungannya dengan serangan tersebut,” lanjut diplomat Amerika tersebut, seperti dikutip dari Times of Israel, Jumat (9/2/2024).
Lihat Juga :