Kata Putin, Rusia Tak Tertarik Menginvasi 2 Negara NATO Ini

Jum'at, 09 Februari 2024 - 08:36 WIB
loading...
Kata Putin, Rusia Tak...
Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia tidak tertarik untuk menyerang dua negara NATO, yakni Polandia dan Latvia. Foto/Courtesy of Tucker Carlson Network/Handout via REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia tidak tertarik memperluas perangnya di Ukraina ke negara-negara NATO seperti Polandia dan Latvia.

Itu disampaikannya dalam wawancara lebih dari dua jam dengan Tucker Carlson yang disiarkan pada Kamis—wawancara pertamanya dengan seorang jurnalis Amerika Serikat (AS) sejak perang Moskow-Kyiv pecah dua tahun lalu.

Ditanya apakah dia bisa membayangkan skenario di mana dia akan mengirim pasukan Rusia ke Polandia, salah satu anggota NATO.

Putin menjawab: “Hanya dalam satu kasus: jika akan ada serangan terhadap Rusia dari Polandia. Mengapa? Karena kami tidak punya kepentingan di Polandia, Latvia, atau [anggota NATO] lainnya.”

Baca Juga: Putin: Senjata Modern Rusia Lebih Unggul daripada NATO

Ketika ditanya apakah dia mempunyai tujuan teritorial di seluruh benua, Putin menjawab: “Hal itu sama sekali tidak mungkin.”

“Anda tidak perlu menjadi seorang analis untuk memahami bahwa terlibat dalam perang global bertentangan dengan akal sehat. Perang global akan membawa seluruh umat manusia ke ambang kehancuran,” tegas Presiden Putin, seperti dikutip dari RT, Jumat (9/2/2024).

Putin lebih lanjut berpendapat bahwa pemerintah Barat menggunakan taktik menakut-nakuti untuk meyakinkan pembayar pajak mereka agar memberikan lebih banyak uang untuk melemahkan Rusia di Ukraina dan negara lain.

Moskow telah berulang kali menyebut ekspansi berkelanjutan NATO ke arah timur dan dukungannya terhadap Kiev sebagai salah satu akar penyebab konflik yang terjadi di Ukraina saat ini.

Para pejabat Rusia juga memperingatkan bahwa pengiriman senjata dan peralatan militer lainnya ke Ukraina hanya akan menambah eskalasi.

Wawancara dengan Putin dilakukan di Moskow pada hari Selasa dan disiarkan di laman tuckercarlson.com pada Kamis malam.

Putin berbicara dalam bahasa Rusia dan kata-katanya disulihsuarakan ke dalam bahasa Inggris. Dia memulai dengan komentar panjang lebar tentang hubungan Rusia dengan Ukraina, Polandia dan negara-negara lain.

Kremlin mengatakan Putin menyetujui wawancara Carlson karena pendekatan mantan pembawa acara Fox News itu berbeda dengan pemberitaan sepihak mengenai konflik Ukraina yang dilakukan banyak media Barat.

Carlson dinilai memiliki hubungan dekat dengan mantan Presiden AS Donald Trump yang diperkirakan menjadi kandidat presiden dari Partai Republik pada pemilu AS November mendatang.

Trump telah menyerukan de-eskalasi perang di Ukraina, di mana pemerintahan Joe Biden sangat mendukung pemerintahan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan mengeluhkan bantuan miliaran dolar yang telah dikirim sejauh ini.

Sementara itu, Carlson mengatakan banyak liputan media Barat mengenai perang tersebut bias dan berpihak pada Kyiv.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
Berita Terkini
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved