Insinyur AS Ini Kontak China lalu Curi Teknologi Pelacak Rudal Nuklir Amerika
Kamis, 08 Februari 2024 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
"[Dia] sambil bekerja di beberapa perusahaan teknologi besar Amerika Serikat dan salah satu kontraktor pertahanan terbesar di dunia,” bunyi dokumen tuntutan pidana yang diajukan di pengadilan federal di Los Angeles.
Dokumen itu menyebutkan bahwa Chinese Talent Program Tracker atau Pelacak Program Bakat China diketahui mengidentifikasi individu-individu yang berlokasi di luar China yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dapat membantu mengubah perekonomian China dan meningkatkan kemampuan militernya.
“Dalam pengajuannya ke Talent Programs, Gong mengusulkan proyek-proyek yang mencerminkan pekerjaannya di beberapa perusahaan tersebut, dan berulang kali menyatakan bahwa proposalnya akan berguna bagi militer China dan bahwa China belum memiliki teknologi yang dia usulkan untuk dikembangkan sendiri atau dibagikan kepada perusahaan-perusahaan China,” lanjut dokumen tersebut.
“Kami tahu bahwa aktor-aktor asing, termasuk RRC, secara aktif berusaha mencuri teknologi kami,” kata Estrada dalam sebuah pernyataan.
"Tetapi kami akan tetap waspada terhadap ancaman ini dengan menjaga inovasi para pebisnis dan peneliti Amerika.”
Dokumen pengadilan mengatakan Gong mentransfer lebih dari 3.600 file digital dari perusahaan penelitian dan pengembangan tak dikenal di Malibu tempat dia bekerja kurang dari empat bulan awal tahun lalu ke tiga perangkat penyimpanan pribadi.
File-file tersebut ditransfer antara tanggal 30 Maret hingga 25 April, dan lebih dari 1.800 file tersebut ditransfer setelah dia menerima pekerjaan pada awal April di salah satu pesaing utama perusahaannya.
Sebagian besar pekerjaan perusahaan dalam mengembangkan teknologi sensor inframerah didanai melalui kontrak dengan Departemen Pertahanan dan kontraktor pemerintah AS lainnya.
Dokumen itu menyebutkan bahwa Chinese Talent Program Tracker atau Pelacak Program Bakat China diketahui mengidentifikasi individu-individu yang berlokasi di luar China yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dapat membantu mengubah perekonomian China dan meningkatkan kemampuan militernya.
“Dalam pengajuannya ke Talent Programs, Gong mengusulkan proyek-proyek yang mencerminkan pekerjaannya di beberapa perusahaan tersebut, dan berulang kali menyatakan bahwa proposalnya akan berguna bagi militer China dan bahwa China belum memiliki teknologi yang dia usulkan untuk dikembangkan sendiri atau dibagikan kepada perusahaan-perusahaan China,” lanjut dokumen tersebut.
“Kami tahu bahwa aktor-aktor asing, termasuk RRC, secara aktif berusaha mencuri teknologi kami,” kata Estrada dalam sebuah pernyataan.
"Tetapi kami akan tetap waspada terhadap ancaman ini dengan menjaga inovasi para pebisnis dan peneliti Amerika.”
Dokumen pengadilan mengatakan Gong mentransfer lebih dari 3.600 file digital dari perusahaan penelitian dan pengembangan tak dikenal di Malibu tempat dia bekerja kurang dari empat bulan awal tahun lalu ke tiga perangkat penyimpanan pribadi.
File-file tersebut ditransfer antara tanggal 30 Maret hingga 25 April, dan lebih dari 1.800 file tersebut ditransfer setelah dia menerima pekerjaan pada awal April di salah satu pesaing utama perusahaannya.
Sebagian besar pekerjaan perusahaan dalam mengembangkan teknologi sensor inframerah didanai melalui kontrak dengan Departemen Pertahanan dan kontraktor pemerintah AS lainnya.
Lihat Juga :