Insinyur AS Ini Kontak China lalu Curi Teknologi Pelacak Rudal Nuklir Amerika

Kamis, 08 Februari 2024 - 08:56 WIB
loading...
A A A
File-file yang diduga ditransfer oleh Gong mencakup cetak biru sensor inframerah canggih yang dirancang untuk digunakan dalam sistem berbasis ruang angkasa untuk mendeteksi peluncuran rudal nuklir dan melacak rudal balistik dan hipersonik,” imbuh DOJ.

"File-file tersebut juga diduga menyertakan cetak biru sensor yang dirancang untuk memungkinkan pesawat militer AS mendeteksi rudal pencari panas yang masuk dan mengambil tindakan pencegahan, termasuk dengan mengganggu kemampuan pelacakan inframerah rudal tersebut," sambung DOJ.

Gong bertanggung jawab untuk mengelola desain dan pengembangan sirkuit terpadu pembacaan pada sensor perusahaan.

Banyak dari file yang diduga dia transfer ditandai sebagai “proprietary”, “for official use only” dan “export controlled".

Perusahaan memecat Gong pada akhir April setelah menggeledah kantornya sebagai respons terhadap aktivitas jaringan dan menemukan flash drive berisi file-file yang telah ditransfer.

“Perusahaan korban kemudian mewawancarai Gong, yang memberikan jawaban mengelak dan bertentangan namun akhirnya mengakui telah mentransfer file dari laptop kerjanya ke drive pribadinya dan telah melihat file tersebut di komputer pribadinya,” papar dokumen pengadilan.

Gong mulai bekerja di perusahaan lain pada 1 Mei tetapi dipecat sembilan hari kemudian setelah perusahaan korban memberi tahu perusahaan lain tersebut mengenai informasi tentang transfer file miliknya.

Dokumen pengadilan lebih lanjut mengatakan beberapa file yang dituduh dicuri oleh Gong ditemukan di rumahnya oleh penyelidik tahun lalu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved