Ajukan Syarat Gencatan Senjata, Hamas Minta Semua Pasukan Israel Mundur dari Gaza
Rabu, 07 Februari 2024 - 17:06 WIB
loading...
Hamas meminta semua pasukan Israel ditarik dari Gaza jika ingin mewujudkan gencatan senjata. Foto/Reuters
A
A
A
GAZA - Muhhamed Nazzal, anggota senior biro politik Hamas , menguraikan usulan balasan kelompok tersebut terhadap rancangan perjanjian gencatan senjata yang dimediasikan oleh Qatar, Mesir, Israel, dan Amerika Serikat. Dia memberikan syarat utama yakni penarikan seluruh pasukan Israel dari Gaza.
“Usulan tersebut diterima Hamas setelah konferensi Paris dan tanggapan Hamas lebih spesifik dan memberikan tenggat waktu. Garis waktu ini ditentukan oleh Hamas sendiri,” kata Nazzal kepada Al Jazeera.
“Di antara detail-detail ini, tidak ada yang bisa dikompromikan. Mesin pembunuh Israel harus dihentikan. Kami ingin melihat penarikan pasukan pendudukan Israel dari Jalur Gaza sepenuhnya. Tanggapan kami realistis dan tuntutan kami masuk akal.”
Dia mengatakan Hamas khawatir Israel “tidak serius berkomitmen terhadap kesepakatan ini”, dan itulah sebabnya mereka menempatkan gencatan senjata permanen di tahap kedua perjanjian – hanya untuk melihat apakah mereka benar-benar berkomitmen.
Baca Juga: Puluhan Warga Israel Melakukan Tur Provokasi ke Masjid Al-Aqsa
Nazzal mengatakan lima pihak telah dipilih untuk bertindak sebagai “penjamin” jika kesepakatan gencatan senjata dengan Israel membuahkan hasil: Qatar, Mesir, Turki, Rusia dan PBB.
“Kami memperkirakan negosiasi akan dimulai. Setelah dimulai, hambatan apa pun dapat diatasi untuk mencapai kesepakatan akhir di mana kita dapat mengatasi semua hal tersebut,” kata Nazzal kepada Al Jazeera.
“Usulan tersebut diterima Hamas setelah konferensi Paris dan tanggapan Hamas lebih spesifik dan memberikan tenggat waktu. Garis waktu ini ditentukan oleh Hamas sendiri,” kata Nazzal kepada Al Jazeera.
“Di antara detail-detail ini, tidak ada yang bisa dikompromikan. Mesin pembunuh Israel harus dihentikan. Kami ingin melihat penarikan pasukan pendudukan Israel dari Jalur Gaza sepenuhnya. Tanggapan kami realistis dan tuntutan kami masuk akal.”
Dia mengatakan Hamas khawatir Israel “tidak serius berkomitmen terhadap kesepakatan ini”, dan itulah sebabnya mereka menempatkan gencatan senjata permanen di tahap kedua perjanjian – hanya untuk melihat apakah mereka benar-benar berkomitmen.
Baca Juga: Puluhan Warga Israel Melakukan Tur Provokasi ke Masjid Al-Aqsa
Nazzal mengatakan lima pihak telah dipilih untuk bertindak sebagai “penjamin” jika kesepakatan gencatan senjata dengan Israel membuahkan hasil: Qatar, Mesir, Turki, Rusia dan PBB.
“Kami memperkirakan negosiasi akan dimulai. Setelah dimulai, hambatan apa pun dapat diatasi untuk mencapai kesepakatan akhir di mana kita dapat mengatasi semua hal tersebut,” kata Nazzal kepada Al Jazeera.
Lihat Juga :