Kapal Induk Inggris Gagal Pimpin Latihan Perang Besar-besaran NATO karena Bermasalah

Senin, 05 Februari 2024 - 11:32 WIB
loading...
Kapal Induk Inggris...
Kapal induk HMS Queen Elizabeth Inggris gagal pimpin latihan perang besar-besaran NATO karena bermasalah pada poros baling-balingnya. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Kapal induk HMS Queen Elizabeth Angkatan Laut Kerajaan Inggris semestinya memimpin latihan perang besar-besaran NATO.

Alih-alih memimpin, kapal militer raksasa itu justru melewatkan manuver tersebut karena mengalami masalah pada salah satu poros baling-balingnya.

Perkembangan tersebut diumumkan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris pada hari Minggu, di mana kapal induk saudara dari HMS Queen Elizabeth; HMS Prince of Wales, akan mengambil bagian dalam latihan perang NATO.

Masalah itu ditemukan selama pemeriksaan pra-layar terakhir, di mana HMS Queen Elizabeth—kapal militer terbesar Inggris—kemudian dinilai tidak layak untuk mengambil bagian dalam latihan perang tersebut.

Baca Juga: Pemimpin NATO: Bersiaplah Perang Melawan Rusia

“Pemeriksaan rutin sebelum pelayaran kemarin mengidentifikasi masalah pada kopling di poros baling-baling kanan HMS Queen Elizabeth. Oleh karena itu, kapal tersebut tidak akan berlayar pada hari Minggu,” kata Wakil Komandan Armada Inggris Laksamana Andrew Burns dalam sebuah pernyataan.

“HMS Prince of Wales akan menggantikannya dalam tugas NATO dan akan berlayar untuk Exercise Steadfast Defender sesegera mungkin,” lanjut dia, seperti dikutip RT, Senin (5/2/2024).

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris menguraikan lebih lanjut masalah ini, dan menegaskan bahwa masalah yang dialami HMS Queen Elizabeth terpisah dan tidak terkait dengan masalah teknis yang terjadi sebelumnya pada kapal kembarnya.

HMS Prince of Wales, yang ditugaskan pada akhir tahun 2019, telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memperbaiki berbagai masalah, termasuk setidaknya dua lantai. Yang kedua ternyata cukup besar, membuat kapal tersebut tidak bisa digunakan selama sekitar enam bulan.

HMS Queen Elizabeth juga mengalami berbagai macam masalah teknis selama bertugas, termasuk pada baling-balingnya.

“Masalah yang teridentifikasi ada pada kopling poros kapal. Poros baling-baling kapal terlalu besar untuk dibuat dari sepotong logam, sehingga setiap poros dibuat dari tiga bagian, yang dihubungkan menggunakan kopling poros, yang mengikat bagian-bagian poros menjadi satu,” imbuh juru bicara tersebut.

HMS Prince of Wales diperkirakan akan bersiap untuk berlayar dalam waktu sekitar seminggu, dan akhirnya bergabung dengan latihan Steadfast Defender.

Latihan multidimensi besar NATO dimulai pada akhir Januari dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Mei 2024, menjadi latihan perang terbesar yang diadakan oleh blok NATO pimpinan Amerika Serikat sejak masa Perang Dingin.

Masalah dengan HMS Queen Elizabeth telah menjadi kemunduran memalukan kedua bagi Angkatan Laut Kerajaan Inggris hanya dalam dua minggu.

Pada tanggal 18 Januari, dua kapal penyapu ranjau Inggris bertabrakan saat berlabuh di Bahrain. Salah satu dari mereka mengalami kerusakan parah dalam tabrakan tersebut, menyebabkan lubang besar tertusuk di lambungnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Acuhkan Trump, Iran...
Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding
Rekomendasi
Vladimir Petkovic Melawan...
Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Band Perunggu Bongkar...
Band Perunggu Bongkar Alasan Resign dari Pekerjaan Kantoran, Utamakan Keluarga dan Musik
Cetak Pemimpin Masa...
Cetak Pemimpin Masa Depan, Pegadaian Kirim Talenta Terbaik Kuliah S2 ke Luar Negeri
Berita Terkini
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved