Hanya Mempertaruhkan Nyawa dan Habiskan Anggaran, Capres AS Ini Serukan Penarikan Pasukan dari Timur Tengah

Sabtu, 03 Februari 2024 - 14:25 WIB
loading...
Hanya Mempertaruhkan...
Pasukan AS hanya menghabiskan anggaran saat ditempatkan di Timur Tengah. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Robert F Kennedy Jr, calon presiden AS sebagai dari kubu independen, menyerukan penarikan pasukan dari negara-negara Timur Tengah . Itu sebagai tanggapan atas serangan AS di Irak dan Suriah dengan kritik tajam terhadap kebijakan Washington yang menempatkan pasukan di negara-negara yang tidak bersahabat di Timur Tengah.

Dalam postingannya di X, Kennedy mengatakan serangan itu tidak akan diperlukan jika pemerintahan AS berturut-turut tidak menempatkan pasukan AS “di garis bidik” kelompok bersenjata Syiah.

“Kita harus mengeluarkan pasukan darat yang tidak diinginkan dari Timur Tengah, dan hanya mempertahankan pangkalan-pangkalan lama yang diterima oleh negara tuan rumah mereka,” kata Kennedy, dilansir Al Jazeera.

“Kita harus fokus pada memperkuat sekutu Sunni kita di wilayah ini, berkomitmen pada penegakan jalur pelayaran [perpanjangan dari Fortress America], dan mendorong pertemuan puncak diplomatik di mana keluhan dapat disampaikan, kepercayaan dapat dibangun, dan solusi sedikit demi sedikit dapat dinegosiasikan dengan cara yang sama negara-negara yang mempunyai hak dan alasan untuk berada di lapangan.”

Kennedy Jr mengatakan kebijakan Washington saat ini mempertaruhkan nyawa warga Amerika dan menghabiskan uang yang tidak perlu dibelanjakan.

Baca Juga: Apa yang Dilakukan Ribuan Pasukan AS di Timur Tengah?

“Pos-pos kecil ini tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan Iran menyerang sekutu kami atau melakukan serangan bom,” kata Kennedy Jr. “Yang mereka lakukan hanyalah membuka pintu bagi AS untuk melakukan eskalasi wajib setiap kali seorang pahlawan Amerika terbunuh. Tapi mungkin itulah intinya.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Status Triliuner Elon...
Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok
Rekomendasi
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved