AS Mulai Balas Dendam, Bombardir 85 Target di Irak dan Suriah
Sabtu, 03 Februari 2024 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
"Ini menandai peningkatan tajam perang di Timur Tengah yang selama empat bulan berusaha dihindari oleh pemerintahan Biden," katanya.
Militer Amerika telah mengonfirmasi bahwa ada lebih dari 85 target untuk serangan udara besar-besaran.
"Serangan udara terbaru Washington dimulai sekitar tengah malam waktu Baghdad pada hari Sabtu dan menghantam lebih dari 85 sasaran di Suriah dan Irak," kata Komando Pusat (CENTCOM) AS dalam sebuah pernyataan.
Operasi ini melibatkan banyak pesawat, termasuk pesawat pengebom jarak jauh yang diterbangkan dari AS, yang menjatuhkan lebih dari 125 amunisi presisi tepat sasaran.
"Target-target tersebut termasuk pusat komando dan kendali, situs intelijen, gudang senjata, dan fasilitas rantai pasokan milisi yang didukung Iran, serta sponsor IRGC mereka yang memfasilitasi serangan terhadap pasukan AS dan koalisi,” lanjut CENTCOM.
Pada Minggu malam lalu, serangan drone menghantam pangkalan militer AS di Yordania yang berdekatan dengan Suriah—dikenal sebagai Tower 22". Kelompok Perlawanan Islam di Irak mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dengan alasan Amerika mendukung Israel melakukan pengeboman brutal di Gaza, Palestina.
Militer Amerika telah mengonfirmasi bahwa ada lebih dari 85 target untuk serangan udara besar-besaran.
"Serangan udara terbaru Washington dimulai sekitar tengah malam waktu Baghdad pada hari Sabtu dan menghantam lebih dari 85 sasaran di Suriah dan Irak," kata Komando Pusat (CENTCOM) AS dalam sebuah pernyataan.
Operasi ini melibatkan banyak pesawat, termasuk pesawat pengebom jarak jauh yang diterbangkan dari AS, yang menjatuhkan lebih dari 125 amunisi presisi tepat sasaran.
"Target-target tersebut termasuk pusat komando dan kendali, situs intelijen, gudang senjata, dan fasilitas rantai pasokan milisi yang didukung Iran, serta sponsor IRGC mereka yang memfasilitasi serangan terhadap pasukan AS dan koalisi,” lanjut CENTCOM.
Pada Minggu malam lalu, serangan drone menghantam pangkalan militer AS di Yordania yang berdekatan dengan Suriah—dikenal sebagai Tower 22". Kelompok Perlawanan Islam di Irak mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dengan alasan Amerika mendukung Israel melakukan pengeboman brutal di Gaza, Palestina.
Lihat Juga :